Uang Beredar Tembus Rp6.761 Triliun, Bisa Bayar Utang Negara Nih

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2366698 uang-beredar-tembus-rp6-761-triliun-bisa-bayar-utang-negara-nih-Y89xolOucv.jpg Uang Beredar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Januari 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, sedikit melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Harayono mengatakan perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan uang kuasi. Posisi M2 pada Januari 2021 sebesar Rp6.761,0 triliun atau tumbuh 11,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy).

"Berdasarkan komponennya, perkembangan M2 tersebut didorong oleh uang kuasi yang tumbuh sebesar 9,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,5% (yoy), terutama pada instrumen simpanan berjangka," kata Erwin di Jakarta, Selasa (23/2/2021)

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Utang RI Rp5.807 Triliun, Susi Vs Stafsus Sri Mulyani 

Sementara itu, komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 18,7% (yoy) pada Januari 2021, meningkat dari 18,5% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Januari 2021 dipengaruhi oleh perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat. Pada Januari 2021, pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah sebesar 54,8% (yoy), menurun dari capaian bulan sebelumnya sebesar 66,9% (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan kredit pada Januari 2021 membaik. Perbaikan tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang kontraksi 2,1% (yoy), berkurang dari kontraksi 2,7% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Januari 2021 sebesar 14,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2020 sebesar 13,6% (yoy).

Jumlah uang beredar saat ini tentu bisa membayar utang Luar Negeri (ULN) Indonesia. Tercatat pada akhir triwulan IV 2020 utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat sebesar USD417,5 miliar atau Rp5.807,43 triliun (kurs Rp13.9100 per USD).

Terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini