Kapasitas Bandara Silangit Jadi 700.000 Penumpang/Tahun demi Tarik Turis

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2366755 kapasitas-bandara-silangit-jadi-700-000-penumpang-tahun-demi-tarik-turis-VdsOKUAuTZ.jpg Bandara Silangit. (Foto: Okezone.com/Angkasa Pura II)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) mengembangan Bandara Silangit, dalam rangka mendukung sektor pariwisata di Sumatera Utara yang memiliki destinasi wisata Danau Toba.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya telah melakukan peningkatan kapasitas penumpang menjadi 700.000 per tahun. Sebelumnya, Bandara Silangit hanya bisa menampung sekitar 300.000 penumpang per tahunnya.

Baca Juga: Jawab Tantangan Sri Mulyani, Sandiaga Uno Siap Bawa Sentuhan dan Pemikiran Generasi Milenial

Tak hanya itu, perseroan juga melakukan peningkatan kapasitas apron atau parkir pesawat. Saat ini, pesawat dapat menampung 6 pesawat sejenis Boeing 737-800 NG, dari sebelumnya hanya 3 pesawat.

“Bandara Silangit adalah bandara yang paling dekat dengan Danau Toba. Dengan kata lain, Bandara Silangit merupakan pintu utama bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk dapat langsung menuju kawasan Danau Toba. Pengembangan terus dilakukan secara berkelanjutan di bandara ini,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Menparekraf Cek Obyek Wisata Danau Toba yang Serap Tenaga Kerja

Selain peningkatan kapasitas, perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bisang operator Bandara itu juga menyiapkan area khusus bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga para penumpang dapat melihat langsung produk UMKM di terminal kedatangan.

“Ketika baru mendarat, penumpang dapat melihat berbagai produk lokal dari pelaku kreatif dan UMKM Danau Toba di terminal kedatangan. Bank Indonesia bersama AP II menyiapkan lokasi untuk gallery atau booth sebagai etalase produk-produk lokal, yang dilengkapi juga dengan QR Code untuk menginformasikan mengenai platform digital untuk membeli produk tersebut. Jadi, ini merupakan bentuk dari kombinasi offline dan online dalam pengembangan pelaku kreatif dan UMKM setempat,” jelasnya.

Muhammad Awaluddin menambahkan, dengan adanya both khusus atau area khusus ini diharapkan bisa membantu mempromosikan produk UMKM ke wisatawan mancanegara maupun dalam negeri.

“Pengembangan UMKM merupakan salah satu perhatian AP II, di mana bandara kami juga mendukung kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia seperti di Bandara Soekarno-Hatta yang menyediakan booth khusus bagi UMKM,” kata Awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini