Sri Mulyani Bikin Pengakuan soal Utang Indonesia Dekati Rp6.000 Triliun

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2367003 sri-mulyani-bikin-pengakuan-soal-utang-indonesia-dekati-rp6-000-triliun-9wMuxBGVUY.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah Indonesia pada tahun 2020 memang meningkat. Utang ini juga terus bertambah, terutama dalam upaya penanganan wabah virus Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa kenaikan utang pemerintah ini dikarenakan pandemi covid-19 yang menghantam Indonesia dan dunia. Adapun, utang pemerintah meningkat hingga 8% selama setahun.

"Kenaikan utang publik dan pemerintah akibat counter cycle selama setahun utang kita meningkat 8%," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Uang Beredar Tembus Rp6.761 Triliun, Bisa Bayar Utang Negara Nih

Sri Mulyani membandingkan utang Indonesia masih lebih baik dari pada negara lainnya. Sebab, kenaikan utang pada negara lainnya meningkat hingga 20%. Sebagai perbandingan kenaikan utang Amerika Serikat menngkat 22,5%, sementara Jepang meningkat 28%.

Dia juga mengatakan, tingkat utang dan tambahan utang publik Indonesia terjaga dan menjadi salah satu yang terendah.

Tercatat pada akhir triwulan IV 2020 utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat sebesar USD417,5 miliar atau Rp5.807,43 triliun (kurs Rp13.9100 per USD).

Terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.

Baca Selengkapnya: Utang Indonesia Dekati Rp6.000 Triliun, Jawaban Sri Mulyani Bikin Kaget

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini