5 Kesalahan saat Renovasi Rumah, Salah Satunya Lupa Anggaran

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 470 2366941 5-kesalahan-saat-renovasi-rumah-salah-satunya-lupa-anggaran-Q9ZYbc57Kd.jpg Dekorasi Ruangan (Shutterstock)

JAKARTA – Ketika merenovasi rumah perlu dijalankan sebaik mungkin. Hal itu bertujuan untuk menghindarkan diri dari kesalahan yang bisa membuat perbaikan rumah menjadi gagal dan jauh dari rencana.

Oleh sebab itu, sebelum melakukannya lebih baik mengetahui apa kesalahan umum yang biasa terjadi ketika merenovasi rumah. Merenovasi rumah adalah hal yang sulit karena berkaitan dengan pengelolaan tenaga kerja yang dapat terdiri dari desainer, arsitek, dan kontraktor untuk proyek yang ditentukan.

 Baca juga: Dilanda Banjir, Pentingnya Punya Asuransi Properti

Dilansir dari Real Simple, Jakarta, Selasa (23/2/2021), sebaiknya, sebelum melakukan renovasi, pertimbangkan daftar kesalahan renovasi teratas yang harus dihindari dan cara menyiasatinya.

Berikut telah Okezone rangkum 5 kesalahan yang biasa terjadi ketika melakukan renovasi rumah.

1. Langsung Merenovasi

Merenovasi rumah dengan cepat memang bisa dilakukan, tetapi jika pengerjaan dilakukan begitu saja akan berdampak buruk bagi rumah itu sendiri. Maka dari itu, sebaiknya lakukan perencanaan untuk menentukan apa saya yang ingin dilakukan sehingga setiap langkah yang telah disepakati dapat dikerjakan dengan menyeluruh. Selain itu, kejadian tak terduga yang bisa merugikan pun bisa dihindari.

 Baca juga; Kasur dan Sofa Bernoda Kena Banjir, Bersihkan dengan Cara Ini

2. Mengabaikan Kerja Tim

Berbicara tentang membentuk tim, itu tergantung pada apa yang akan dilakukan. Hal ini mungkin termasuk seorang arsitek, desainer khusus, seperti desainer dapur atau kamar mandi), kontraktor, dekorator, dan banyak lagi.

DiClerico, Ahli Renovasi HomeAdvisor menyarankan untuk mengumpulkan orang menjadi satu tim sedini mungkin. “Seringkali orang membuat kesalahan dengan bekerja dengan arsitek dan masuk jauh ke dalam rencana sebelum berkonsultasi dengan kontraktor, dan kemudian Anda menyadari bahwa proyek tersebut di luar anggaran,” katanya.

Semakin cepat mengumpulkan tim dan membuat mereka bekerja sama, semakin baik untuk meminimalkan atau menghilangkan risiko masalah yang muncul di kemudian hari.

3. Mengabaikan Naluri Diri Sendiri

 

DiClerico menekankan bahwa kontraktor harus ditemui secara langsung dan berbicara dengannya setidaknya tiga hingga lima hari sebelum berkomitmen.

“Setiap pertemuan akan menjadi pendidikan; Anda akan belajar tentang proyek dan diri Anda sendiri. Tapi dengarkan naluri Anda!” Jika Anda merasa pertemuan awal itu tampak terlalu terburu-buru, atau kasar atau merendahkan, perasaan itu hanya akan berlipat ganda selama renovasi. Berpindah,” jelasnya.

4. Miskomunikasi

Komunikasi adalah kunci utamanya. Jika memiliki hubungan yang kuat dengan kontraktor, orang tersebut dapat membantu dalam mengatasi perselisihan apa pun.

DiClerico memperingatkan bahwa penting menetapkan kontraktor dengan cara terbaik untuk berkomunikasi.

“Baik melalui SMS, telepon, atau email seminggu sekali, Anda ingin tahu cara menghubungi mereka setelah pekerjaan selesai,” kata DiClerico.

5. Lupa Anggaran

Banyak orang yang melupakan anggaran untuk renovasi rumah. Hal itu menyebabkan membengkaknya biaya karena tidak adanya keputusan keuangan untuk membeli barang kebutuhan.

Anggaran adalah aturan umum membelanjakan material yang dibutuhkan dalam merenovasi rumah. Jika tidak, ongkos yang dikeluarkan menjadi tidak terkendali dan menimbulkan kerugian finansial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini