Harga Minyak Mentah Beragam, Brent Tembus USD65,37/Barel

Rabu 24 Februari 2021 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 320 2367274 harga-minyak-mentah-beragam-brent-tembus-usd65-37-barel-r6sQeZiGDQ.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak mentah bervariasi di dekat level tertinggi sepanjang tahun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak beragam di tengah tanda-tanda bahwa pembatasan virus corona global sedang dilonggarkan, meskipun kekhawatiran tentang laju pemulihan ekonomi AS dan kembalinya produksi minyak Texas menjaga keuntungan tetap terkendali.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April turun tipis tiga sen menjadi menetap di USD61,67 per barel, masih mendekati level tertinggi sejak Januari 2020. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup naik 13 sen atau 0,2%, menjadi USD65,37 per barel, dilansir dari Antara, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik karena Produksi Terhambat

Kedua kontrak tersebut sempat naik lebih dari satu dolar AS sebelum mundur kembali. Reaksi pasar ini menyusul kenaikan tajam sehari sebelumnya (Senin, 22/2/2021) yang melihat WTI dan Brent melonjak masing-masing 3,8% dan 3,7%.

Para produsen dan penyuling minyak serpih di Amerika Serikat bagian selatan perlahan-lahan melanjutkan produksi setelah 2,0 juta barel per hari (bph) produksi minyak mentah dan hampir 20% dari kapasitas penyulingan AS ditutup karena badai musim dingin minggu lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok imbas Beroperasinya Ladang Migas Texas

Lalu lintas di alur kapal Houston perlahan kembali normal. Namun, produksi tidak diperkirakan segera dimulai kembali dan beberapa produsen serpih memperkirakan produksi minyak yang lebih rendah pada kuartal pertama.

Setelah cuaca dingin, stok minyak mentah AS juga terlihat turun untuk minggu kelima berturut-turut, sementara persediaan produk olahan juga menurun minggu lalu, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

“Tampaknya musim dingin yang parah minggu lalu dan pemadaman listrik di Texas dapat mempengaruhi data mingguan EIA hingga pertengahan bulan depan,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.

Produksi minyak mentah AS diperkirakan akan pulih perlahan karena akan membutuhkan beberapa waktu bagi produksi minyak Texas untuk kembali normal setelah gangguan yang disebabkan oleh cuaca beku.

"Sejauh ini, kurang dari setengahnya telah kembali beroperasi, yang kemungkinan akan membebani pasokan baik di dalam maupun di luar Texas," kata Eugen Weinberg, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan.

Analis Commerzbank, Eugen Weinberg mengatakan kenaikan harga minyak baru-baru ini didukung oleh perkiraan harga yang optimis dari para pialang AS. Goldman Sachs memperkirakan harga Brent akan mencapai USD70 per barel pada kuartal kedua dari USD60 yang diperkirakan sebelumnya, dan USD75 pada kuartal ketiga dari perkiraan sebelumnya USD65.

Morgan Stanley, yang memperkirakan Brent akan mencapai USD70 pada kuartal ketiga, mengatakan kasus baru COVID-19 turun sementara "statistik mobilitas keluar dari titik terendah dan mulai meningkat". Bank of America mengatakan harga Brent sementara bisa melonjak menjadi USD70 pada kuartal kedua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini