Pertemuan 1 Jam Sandiaga dan Menaker, Apa yang Dibahas?

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 320 2367777 pertemuan-1-jam-sandiaga-dan-menaker-apa-yang-dibahas-hm2pgGuhCV.jpg Menaker Ida Fauziyah dan Menparekraf Sandiaga (Foto: Kemnaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerima Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekaf) Sandiaga Salahudin Uno di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). Dalam pertemuan selama 60 menit tersebut, Ida bersama Menparekaf membahas program Duta Wisata dan Ekonomi Kreatif, peningkatan kompetensi tenaga kerja pada sektor ekonomi kreatif, dan sinergi Balai Latihan Kerja (BLK).

Usai pertemuan, Ida mengatakan pihaknya akan terus memperkuat nota kesepahaman dengan Kemenparekaf untuk menyiapkan 500 ribu pekerja terampil di sektor pariwisata sepanjang tahun 2021. Hal ini untuk mendukung terwujudnya 5 destinasi super prioritas di Indonesia yang tengah di bangun. Kelima destinasi super priortas tersebut yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

 Baca juga: Penjelasan Menaker BLT Subsidi Gaji Dialihkan ke Insentif Kartu Prakerja Rp3,5 Juta

"Sebenarnya semua itu sudah berjalan, jadi tinggal kita perkuat lagi dengan kedatangan Pak Menparekaf ke kantor Kemnaker. Kami akan intervensi untuk peningkatan SDM terutama di lima destinasi super prioritas," kata Ida.

Ditegaskan Menaker Ida, langkah untuk menyiapkan ratusan ribu pekerja terampil tersebut merupakan bagian dari 2 program besar Kemnaker untuk pemulihan di sektor pariwisata yaitu peningkatan keterampilan SDM dan perluasan kesempatan kerja di kawasan pariwisata setempat.

 Baca juga: Pencairan BLT Subsidi Gaji Sudah 98,92%, Menaker Usahakan Sampai Mentok

"Kemnaker juga membangun komunitas berbasis kejuruan pariwisata dan perhotelan. Total BLK Komunitas yang telah dibangun sejak 2017-2020 sebanyak 2.127 BLK Komunitas di seluruh Indonesia," katanya.

Selain BLK Komunitas, Ida menegaskan pihaknya akan terus memperkuat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjadikan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi duta wisata. Sebagai duta wisata, selain akan mewakili Indonesia di luar negeri dan memperkenalkan Indonesia di mata dunia, PMI juga dapat menjadi pahlawan bagi pariwisata Indonesia.

"Kita sudah punya MoU untuk menjadikan PMI kita duta wisata dan kita akan perkuat MoU itu. PMI kita sebenarnya bisa menjadi ujung tombak pengembangan pariwisata di Indonesia," ujarnya.

Ida menambahkan, sektor pariwisata tidak hanya diisi oleh pekerja formal namun juga informal. Selain itu, terdapat dua sektor lainnya yaitu kuliner lokal dan kerajinan lokal yang saat ini dianggap potensial.

“Kami punya BLK yang dikelola oleh Pemerintah Pusat, ada juga BLK yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Kami akan terus sinergikan karena tidak sedikit kompetensi SDM yang harus kita bangun. Di samping itu kami juga punya BLK komunitas, karena banyak BLK komunitas itu yang jurusannya pariwisata,” ujar Ida.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini