Sebelum Ada Perpres Investasi Miras, Jakarta Punya Pabrik Bir

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 320 2370619 sebelum-ada-perpres-investasi-miras-jakarta-punya-pabrik-bir-Pv6KAMOEPI.jpg Investasi Miras (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur industri minuman beralkohol dan minuman keras menuai polemik. Terlebih, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah mencabut Perpres investasi miras tersebut.

Terkini, timbul kelompok pro dan kontra atas rencana pengaturan investasi miras di wilayah seperti di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua.

Baca Juga: Sepak Terjang Kepemilikan Pemprov DKI di Saham Delta Jakarta Sejak 1984 hingga 2020 

Jauh sebelum terbitnya Perpres Nomor 10 Tahun 2021 Indonesia khususnya Jakarta sudah lama mempunyai pabrik bir bernama PT Delta Djakarta Tbk.

Dilansir dari website resmi PT Delta Djakarta Tbk, Selasa (2/3/2021), perusahaan pertama kali didirikan pada tahun 1932 sebagai tempat pembuatan bir Jerman bernama Archipel Brouwerij, NV.

Perusahaan kemudian dibeli oleh sebuah perusahaan Belanda dan berganti nama menjadi NV De Oranje Brouwerij. Perusahaan mengadopsi namanya saat ini, PT Delta Djakarta pada tahun 1970.

Baca Juga: Pemprov DKI Bantah Tambah Saham di PT Delta Jakarta 

Pada tahun 1984, PT Delta menjadi salah satu perusahaan Indonesia pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, memperkuat statusnya sebagai pemain utama dalam industri bir dalam negeri.

Tahun 1990-an mengantar periode investasi asing yang kuat di Indonesia. Pada masa inilah San Miguel Corporation (SMC) melalui San Miguel Malaysia (L) Pte. Ltd., mengakuisisi saham pengendali di Perusahaan.

SMC adalah salah satu konglomerat terbesar dan paling terdiversifikasi di Filipina, dengan minat dalam minuman, makanan, pengemasan, listrik, bahan bakar dan minyak, infrastruktur dan pertambangan. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemprov DKI) juga merupakan pemegang saham utama di Perseroan dengan kepemilikan 26,25%.

Pada tahun 1997, Perusahaan memulai rencana ekspansi yang agresif dengan memindahkan tempat pembuatan birnya dari basis aslinya di Jakarta Utara ke fasilitas yang lebih besar dan lebih modern di lokasi saat ini di Bekasi, Jawa Barat.

PT Delta memproduksi bir Pilsener dan Stout berkualitas untuk pasar domestik Indonesia, dengan portofolio merek yang meliputi Anker Bir, Anker Stout, Anker Lychee, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsen, San Mig Light, San Miguel Cerveza Negra dan Kuda Putih.

Baca Juga:  Ada Perpres Investasi Miras, Begini Pergerakan Saham Produsen Bir

Perusahaan memiliki jaringan dealer yang tersebar di seluruh nusantara, dari Medan di Sumatera Utara hingga Jayapura di Provinsi Papua. PT Delta juga memproduksi dan mengekspor bir Pilsener dengan merek Batavia dan juga mengekspor San Miguel Cerveza Negra ke Thailand dan Vietnam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini