Rupiah Diramal Melemah meski Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 320 2371324 rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun-K18q1fbpGI.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah berpotensi melemah karena masih tingginya yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan yield obligasi Pemerintah AS masih bergerak di atas kisaran 1,4%.

"Sentimen kenaikan inflasi di AS karena stimulus dan prospek pemulihan ekonomi AS masih menahan yield di level tinggi," kata Ariston di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp14.275/USD, Tunduk Lawan Dolar AS 

Sementara dari dalam negri, pemangkasan suku bunga acuan BI yang memperkecil spread dengan yield aset dolar AS juga memberikan tekanan ke rupiah.

"USD-IDR mungkin bergerak di kisaran Rp14.250-Rp14.370 hari ini," tandasnya.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore masih berlanjut melemah, meski imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat telah turun pada pekan ini.

Rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,49% ke posisi Rp14.325 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.255 per dolar AS.

"Dari eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini stabil di level 1,42% setelah sempat naik hingga 1,6% pada pekan lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini