Mangrove Bisa Diperjualbelikan, Menko Luhut: Tambah Pendapatan Masyarakat

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372102 mangrove-bisa-diperjualbelikan-menko-luhut-tambah-pendapatan-masyarakat-Z9v84Ctuaj.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

Di sisi lain, Kepala BRGM, Ir Hartono, MSc mengatakan kesiapan BRGM dalam melaksanakan tugas percepatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove yang dilakukan secara inklusif dan melibatkan semua pihak. “Dalam dua bulan ini, koordinasi intensif dilakukan BRGM dengan KLHK, KKP, Kemendes dan Kemenko Marves guna penyiapan pelaksanaan rehabilitasi mangrove. Secara paralel kami juga membangun komunikasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, perusahaan dan lembaga donor. Disamping persiapan teknis dan kelembagaan”, tambah Hartono

Program rehabilitasi mangrove ini sejalan dengan visi pembangunan Presiden Jokowi, yaitu untuk pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Perpres Nomor 120 Tahun 2020 telah mengamanahkan pelaksanaan rehabilitasi mangrove seluas 600.000 dilakukan dengan pendekatan padat karya, sehingga program ini harus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Di lapangan, pelaksanaan rehabilitasi mangrove akan dilakukan bersama oleh Kementerian LHK, KKP, Kementerian Desa PDTT, dan tentu saja BRGM.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat termasuk pengembangan ekowisata akan digalakkan di lokasi-lokasi kegiatan rehabilitasi.

Kegiatan Kick off Penanaman Mangrove ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri KKP, Kepala BRGM, Dirut Perhutani dan Bupati Tangerang.

Rehabilitasi mangrove sebelumnya telah dilakukan Kementerian LHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pembinaan terhadap pelaksanaan rehabilitasi mangrove di lapangan oleh masyarakat dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis KLHK.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini