Wapres: AS Negara Besar Saja Ekonominya Minus

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372463 wapres-as-negara-besar-saja-ekonominya-minus-Ug8Hfttddm.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut ekonomi Indonesia sudah berada di jalur yang tepat di tengah pandemi ini. Meskipun pada 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami minus 2,07%.

Menurut Ma'ruf, meskipun minus, namun ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya. Sebut saja seperti India, Filipina, hingga Singapura yang ekonominya mengalami kontraksi yang lebih besar dari Indonesia.

Baca Juga: 3 Kunci Sukses Pemulihan Ekonomi 2021, Vaksinasi hingga Bansos

Tak hanya itu, bahkan negara maju seperti Amerika Serikat (AS) juga ekonominya mengalami kontraksi sekitar 3,5% sepanjang 2020. Kemudian negara-negara yang ada di Uni Eropa juga ekonominya -4,8%.

"Dibanding dengan beberapa negara kita masih lebih bagus, Singapura misalnya, India misalnya itu masih 4%. Amerika yang negara besar saja minusnya 3,5%. Jerman saja 4%," ujarnya dalam acara dialog virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Gubernur BI Pede Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 5,3%

Menurut Ma'ruf, hanya ada beberapa negara saja yang ekonominya tumbuh positif. Beberapa negara yang dimaksud seperti China, Vietnam hingga Taiwan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi China pada 2020 adalah 2,3% setelah pada kuartal IV-2020 ekonominya melambung hingga 6,5%. Sedangkan Vietnam sepanjang 2020 ekonominya tumbuh 2,9% lebih tinggi dari China.

"Mungkin yang tidak minus itu hanya Vietnam kemudian China, Taiwan. Tiga itu, negara lainnya minus. Bahkan Filipina itu sampai minus 9% kita sudah mengalami pertumbuhan," jelasnya.

Ma'ruf Amin pun menjelaskan penyebab ekonomi Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih baik pada akhir tahun 2020 lalu meskipun dilanda pandemi. Hal ini tidak terlepas dari beberapa program pemerintah dari mulai penanganan pandemi, program bantuan sosial untuk orang yang terdampak pandemi, hingga pemulihan ekonomi nasional.

"Dari upaya ini ternyata memang memperoleh hasil, kalau kuartal II itu kontraksi sampai 5,29% itu di akhir tahun kita hanya berkontraksi 2,07%," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini