Sri Mulyani Ungkap Indikator Ekonomi Segera Pulih dari Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372521 sri-mulyani-ungkap-indikator-ekonomi-segera-pulih-dari-covid-19-kn0P85BPo6.png Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA - Pemerintah optimistis ekonomi pada tahun ini segera pulih. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa indikator global menunjukan adanya optimisme perbaikan perekonomian dari dampak pandemi Covid-19.

Adapun, perbaikan perekonomian global sudah muncul sejak semester II tahun lalu. Setelah adanya gejolak akibat pandemi pada awal 2020, berbagai indikator seperti harga komoditas sampai aliran modal asing kini mulai membaik.

Baca Juga: Vaksinasi Jadi Game Changer Ekonomi RI Tumbuh 5%

"Dari sisi capital flow ke negara-negara berkembang, volatilitas indeks sudah kembali. Baltic dry index untuk kegiatan perdagangan antar dunia dan harga komoditas sudah menunjukkan perbaikan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (4/3/2021)

Saat ini para pelaku pasar telah lebih siap dalam menghadapi tantangan akibat pandemi yang telah berlangsung setahun terakhir. Hal ini tentunya membuat ketidakpastian yang sempat muncul mulai berangsur kembali ke level normal.

Baca Juga: Wapres: AS Negara Besar Saja Ekonominya Minus

"Kita menghadapi kondisi yang relatif sekarang market memahami tantangan Covid meskipun masih tidak pasti dan menimbulkan banyak sekali uncertainty namun paling tidak mereka sudah behaviour-nya relatif sudah melihat risikonya, sehingga mereka stabil dan kembali ke level yang relatif normal," ungkapnya.

Dia mengakui, pandemi Covid-19 memang memberi tantangan luar biasa terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Bahkan pertumbuhan ekonomi global sebelumnya diprediksi bisa tumbuh di atas tiga persen, namun kemudian direvisi menjadi minus 3,5%.

"Indonesia dalam hal ini juga melakukan melalui defisit financing makin besar, tapi Indonesia relatif agak modest dan dengan demikian kenaikan utang publik juga relatif lebih kecil dari negara-negara lain. Meski demikian tidak boleh terlena karena tekanan yang sangat besar dari covid terhadap keuangan negara dan perekonomian sangat-sangat nyata," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini