Incar Pertumbuhan Ekonomi 5%, Jokowi: Setiap Hari Saya Telepon Pak Bahlil

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 320 2372844 incar-pertumbuhan-ekonomi-5-jokowi-setiap-hari-saya-telepon-pak-bahlil-y54QO0OZFs.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini menjadi positif. Bahkan tak tanggung-tanggung, Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai kurang lebih 5%.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 ini ditargetkan 4,5 sampai 5,5%. Artinya kurang lebih 5%. Artinya dalam waktu setahun kita harus membalikkan dari minus 2,19% menjadi plus 5%,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Jokowi: Target Pertumbuhan Ekonomi 5% di 2021 Harus Tercapai! 

Dia mengatakan untuk mencapai angka pertumbuhan tersebut kuncinya adalah investasi. Dimana menurut Jokowi, hal ini menjadi tanggung jawab Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

Jokowi mengaku hampir setiap hari menelepon Bahlil untuk menanyakan investasi yang masuk di Indonesia.

“Ini kuncinya ada di pak bahlil kepala BKPM. Setiap hari saya telepon saya tanya terus berapa persen bs tahun ini? Berapa triliun bisa naik? Siapa yang masuk? Sudah sampai mana targetnya? Tercapai ndak? Tiap hari. Untung orangnya tenang dan semangat. Kalau ndak mungkin drop sudah. Karena tiap hari dikejar terus,” tuturnya.

 

Dia ingin agar setiap investasi yang masuk dipatnerkan pengusaha-pengusaha dalam negeri. Dia mengatakan bahwa hilirisasi akan membawa Indonesia ke dalam sebuah transformasi ekonomi yang tepat.

“Dan itulah nanti yang akan meloncatkan negara kita Indonesia menjadi lima besar ekonomi terkuat dunia. Kalau ini berhasil. Hati-hati ini sebuah tantangan besar,” ungkapnya.

Jokowi mengatakan pasar domestik Indonesia sangat lah besar karena memiliki 270 juta penduduk. Dia menyebut bahwa daya beli masyarakat saat ini pun juga sangat besar.

“Indeks konsumsi konsumen kita juga terus meningkat, di angka 84,9 pada Januari 2021 setelah sebelumnya turun 79 di Oktober 2020. Konsumsi rumah tangga kita juga telah menunjukkan sinyal positif meskipun masih di minus 3,6% di kuartal keempat setelah sebelumnya anjlok di 5,5% di kuartal kedua 2020,” tuturnya.

Mantan Gubernur DKI jakarta ini menyebut produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2020 masuk ke 15 dunia. Bahkan diprediksi Indonesia bisa menempati lima besar PDB terkuat di dunia.

“Dan banyak lembaga2 dunia yg memprediksi Indonesia akan menempati posisi lima besar dengan PDB terkuat di dunia. Dan pada tahun 2021 PDP kita prediksi akan kembali tadi sudah saya sampaikan pada angka 4,5 sampai 5,5%,” pungkasnya.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini