Keluhan Peritel, dari Barang Impor hingga Predatory Pricing

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 320 2372915 keluhan-peritel-dari-barang-impor-hingga-predatory-pricing-oKekAwqIsu.jpg Peritel (Foto: Shutterstock)

Selain itu, objektif lainnya adalah peritel tidak menjadi pengontrol utama atas ketersediaan bapok, tetapi dapat sharing data demand bapok di ritel modern.

"Peritel ingin menjadi price leader dalam menjaga kestabilan harga dan fixed price. Juga menjaga tingkat inflasi yang wajar," tambahnya.

Ke depannya, lanjut Roy, distribution center (DC)peritel dapat berpotensi dan bertransformasi menjadi SRG atau PDR/PDP, agar DC peritel efisien dan efektif.

Maka dari itu, Aprindo pun merumuskan beberapa masukan dan saran dalam rapat kerja tersebut. Pertama, adalah road map kolaborasi distribusi bapok nasional antara pemerintah dan kementerian/lembaga(K/L) dengan para stakeholders arkestra.

Mereka juga menyarankan digitalisasi total untuk e-distribusi bapok, serta akselerasi teknologi demi ketahanan bapok.

"Kami juga menyarankan penegakan hukum yang lebih tegas dalam rantai pasok bapok, serta lahan produksi yang controllable," pungkas Roy.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini