Mendag Pamer Perusahaan Komestik RI Bikin Produk Prancis Gulung Tikar

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 320 2373151 mendag-pamer-perusahaan-komestik-ri-bikin-produk-prancis-gulung-tikar-FaBrtGld6q.png Mendag Lutfi (Foto: KBRI)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memamerkan satu perusahaan asal Indonesia dengan produk unggulannya yang sudah mendunia. Bahkan, produk ini mampu membuat perusahaan kosmetik asal Prancis gulung tikar.

Mendag sangat bangga dengan produk asal PT Paragon Technology and Innovation (PTI) yaitu Wardah. Produk kosmetik itu dibanggakan karena bisa bersaing di pasar internasional dan mengalahkan produk-produk kosmetik asal Perancis

"Izinkan saya untuk mengambil satu merek. Saya ini bangga sekali dengan Wardah. Kenapa Wardah bisa jauh. Jadi saya baca studinya, ternyata industri kosmetik itu presentasi daripada ongkos dan keuntungan yang sangat akurat," ujar Mendag dalam penutupan Rakernas Kemendag 2021, Jumat (5/3/2021)

Menurutnya, produk kecantikan buatan Indonesia ini sukses berkat perhitungan struktur biaya (cost structure) yang cermat.

"Jadi artinya Wardah bisa melihat secara cerdas bahwa industri kosmetik itu komposisi cost structure sangat baik. Jadi mereka datang, mereka potong harganya, tetapi kualitasnya tidak kalah dengan merek-merek international," jelas Mendag Lutfi

Kecermatan membuat Wardah kini diakui di pasar kosmetik internasional. Bahkan sukses membuat pesaingnya yang berasal dari Prancis gulung tikar.

"Hari ini merek-merek dari Prancis gulung tikar kalah dengan wardah," terangnya.

Untuk itu, Mendag menekankan jajarannya agar kemendag bisa menciptakan "Wardah" baru di Indonesia. Dengan cara inovasi dan menjadi institusi yang bisnis frendly.

"Tugas dari kemendag ini membantu meracik dan memastikan pasar ini baik, agar produk Indonesia menjadi champions di regional dan global. Jika saya dan pak wamen tidak bisa menciptakan Wardah-Wardah baru rasanya sangat kalau kita pergi nanti. Apalagi budget yang diberikan ke kita besar sekali. Kita juga punya infrastruktur yang besar. Jadi tidak ada alasan kita tidak bisa," tegasnya.

Sementara itu, Mendag sedih bahwa Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan hanya mengurusi 16 UMKM. Padahal Indonesia merupakan pasar yang besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta jiwa.

"Saya sedih sekali Dirjen PEN hanya mengurus 16 UMKM, kita ini Republik Indonesia yang mengurus 270 juta rakyat Indonesia. Kita harus ubah cara berpikir kita. Kita harus memikirkan sebagai institusi yang bisnis fredly karena tugas kita mem-breeding Indonesia champions," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini