Impor Beras di Tengah Musim Panen, Gimana Pak Mendag?

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 07 Maret 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373385 impor-beras-di-tengah-musim-panen-gimana-pak-mendag-Qw1lgFSEim.jpg Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan membuka keran impor beras sebanyak 1 juta ton. Sayangnya, impor beras ini di tengah musim panen. Apalagi Bulog diminta menyerap hasil panen padi agar petani lebih sejahtera.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan alasan pemerintah masih mengimpor beras ketika stok masih tinggi dan di tengah musim panen. Mendag mengatakan, beras impor tersebut bakal digunakan untuk menambah cadangan.

"Beras hasilnya tahun ini akan baik, tapi biar bagaimana pun pemerintah mesti punya cadangan atau yang disebut iron stock," kata Mendag.

Baca Juga: Beras Impor 2018 Tersisa 600.000 Ton, Ini Alasannya 

Diakui Mendag, beras merupakan komoditas yang sensitif bagi masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga.

"Ketika barang ada meskipun tinggi, itu jauh lebih mudah, daripada harga tinggi dan barang tidak ada," terangnya.

Kementerian Pertanian berharap Perum Bulog bisa menyerap secara penuh hasil panen padi para petani mengingat ada potensi kenaikan produksi padi pada masa panen mendatang, agar bisa berdampak terhadap kesejahteraan petani.

“Kami berharap Bulog dan pasar domestik dapat menyerap secara penuh hasil petani. Kita harus bangga negara kita bisa menyiapkan sendiri stok pangan untuk negeri,” kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri.

Kementerian Pertanian, katanya akan mengawal terus jalannya masa panen di semua wilayah Indonesia mengingat potensi produksi padi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bisa memberikan harapan positif bagi kesejahteraan petani.

Baca Selengkapnya: Pemerintah Bakal Impor Beras 1 Juta Ton Usai Serukan Benci Produk Asing

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini