Impor Beras untuk Cadangan Dinilai Tak Masuk Akal

Ferdi Rantung, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373421 impor-beras-untuk-cadangan-dinilai-tak-masuk-akal-sERNfUEoRk.jpg Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah membuka keran impor beras 1 juta ton untuk cadangan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa hal itu tidak masuk akal. Sebab, daya tahan beras layak pakai itu hanya sekitar 6 bulan.

"Impor 1 juta ton- 1,5 juta ton terus mau dikemanakan kemana kalau sudah diimpor, mau dibuang lagi? Karena umur beras sudah enam bulan tidak layak konsumsi," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (6/3/2021)

Menurutnya, beras tersebut akan merembes ke pasar. Hal itu akan membuat harga beras semakin jatuh. "Kalau ke pasaran akan menekan harga beras lebih ke bawah" sebutnya.

Baca Juga: Impor Beras di Tengah Panen Raya, Menyakitkan Hati Petani 

Dirinya meminta agar pemerintah membatalkan keputusan impor beras tersebut. Menurutnya, sebaiknya pemerintah menunggumu sampai bulan Agustus, karena bulan tersebut data produksi beras dipastikan sudah pasti.

"Keputusan ini mempengaruhi psikologi pasar. Meski beras belum masuk tapi akan menekan harga, jadi walaupun itu baru keputusan belum dikerjakan. harusnya pahamlah temen-temen di pemerintah" tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan alasan pemerintah impor beras ketika stok masih tinggi adalah untuk menambah cadangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kondisi terburuk.

"Beras hasilnya tahun ini akan baik, tapi biar bagaimana pun pemerintah mesti punya cadangan atau yang disebut iron stock," ujarnya kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini