Sri Mulyani: Jangan Semua Harus Saya

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373486 sri-mulyani-jangan-semua-harus-saya-S1YN9ctEQk.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan skill leadership yang harus dimiliki perempuan milenial dan generasi Z.

Menurutnya, harus ada modal sensitivitas melihat lingkungan sekitar dan menawarkan apa yang dia bisa bantu.

"Jangan semua harus saya, saya, dan saya. Tapi ciri leadership adalah kepedulian dan keinginan melakukan sesuatu membantu orang lain. Ini sangat khas dan aset berharga," kata Sri Mulyani dalam webinar Intergenerational Dialogue Women and Girls: Game Changers in Development di Jakarta (6/3/2021).

Dalam program tersebut terdapat 120 girls leadership yang berhasil lolos dari penyaringan pendaftaran yang sangat banyak. Mereka mendapatkan materi selain dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani tapi juga dari Anne-Birgitte Albrectsen, CEO of Plan International, dan Alice Albright, CEO of Global Partnership for Education. Setidaknya 31 perempuan berhasil mendapat seed Grant.

Baca Juga: 9 Fakta Suap Pegawai Pajak Bikin Sri Mulyani Sakit Hati, Ada Direktur yang 'Hilang

Dia memuji para perempuan yang ikut pelatihan tersebut dan mau melakukan gerakan sosial yang konkrit. Karena menurutnya sekarang ini tantangan terbesar adalah selalu ada alasan untuk tidak berbuat apa-apa.

Tapi dalam pelatihan tersebut ada mahasiswi Fakultas Kedokteran yang biasanya sudah sibuk. Lalu juga ada perempuan disabilitas yang pasti punya banyak keterbatasan berkomunikasi.

"Kita hanya punya waktu 24 jam tapi peserta ini bisa menyisihkan kepedulian. Bukan sekadar kesedihan tapi konkrit dari mengorganisir, menggerakkan jaringan, dan menyusun rencana. Mereka juga menggunakan teknologi untuk memberikan solusi," ujarnya.

Menurutnya, leadership akan memberikan perbedaan pada diri seseorang. Salah satu pembedanya adalah saat dia melihat tantangan. Apakah dia akan menyerah, lumpuh dan dikuasai masalah, atau sebaliknya bisa bangun dan mengatasi. Sekalipun tidak bisa menyelesaikannya.

"Elemen kunci dari leadership adalah tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan. Karena di setiap tahap kehidupan akan ada ujiannya," sebutnya.

Dia mengingatkan kepada seluruh perempuan muda Indonesia untuk terus menginspirasi orang di sekelilingnya dengan memberi contoh. Dengan demikian akan ada efek berantai yang membuat perempuan memiliki peran yang sama dengan laki-laki.

"Bantulah teman-temanmu dengan mempersuasi dan mengajak berjuang mengejar cita-cita," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini