Benci Produk Asing Jangan Cuma Jargon, Buktinya RI 'Kebanjiran' Barang Impor dari China

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 320 2373531 benci-produk-asing-jangan-cuma-jargon-buktinya-ri-kebanjiran-barang-impor-dari-china-T8hLDyteTe.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ajakan cinta produk dalam negeri dan benci produk asing diminta tidak hanya jargon. Pemerintah diminta serius dalam penguatan produk lokal. Jargon tersebut dinilai harus diimplementasikan dalam bentuk regulasi atau aturan.

Baca Juga: Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Ramai

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun mengatakan, penguatan produk lokal terhadap produk luar negeri di Indonesia perlu memiliki kekuatan hukum sendiri.

“Buka akses pasar dan beli produknya. Jangan hanya mengatakan cinta. Selama ini tender proyek pemerintah masih lebih banyak menyerap barang impor, khususnya dari China," katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (6/3/2021).

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah tidak sekadar menggaungkan jargon cintai produk dalam negeri dan benci produk asing tanpa bukti dan komitmen kuat yang bersifat wajib.

Dirinya menyoroti sejumlah kebijakan yang masih kontradiktif dengan komitmen keberpihakan kepada UMKM, misalnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang investasi.

Menurut pihaknya, beleid itu membuka akses bagi investor untuk menginvasi bisnisnya di Indonesia. Kekhawatirannya, jika penanaman modal asing (PMA) bisa menggerus bisnis dari kalangan akar rumput atau kecil.

“Kebijakan ini kontradiktif dan tidak menunjukkan keberpihakan bahkan bisa menghancurkan bisnis UMKM yang tentu sulit bersaing dengan usaha besar,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini