5 Tips Memulai Investasi Saham bagi Mahasiswa

Senin 08 Maret 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 622 2374399 5-tips-memulai-investasi-saham-bagi-mahasiswa-Cy7ULS7fb4.jpg Tips Investasi Saham. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Selagi muda ada baiknya mencoba investasi. Nah, bagi yang masih sekolah ada baiknya mencoba investasi saham. Kali ini ada 5 tips memulai investasi saham bagi mahasiwa.

Mulai investasi di bangku perkuliahan akan memberikan anda banyak manfaat. Kini banyak produk investasi yang menawarkan modal mulai dari Rp100.000, seperti investasi reksadana, pendanaan di fintech peer to peer lending.

Bahkan ada yang cuma butuh modal receh mulai dari Rp5.000, yakni investasi emas. Demikian dikutip dari IDX Channel, Senin (8/3/2021).

Namun generasi muda Indonesia juga perlu tahu tentang investasi yang dikenal memiliki karakteristik high risk high return, yakni investasi saham. Dilansir berbagai sumber, berikut cara menabung saham yang bisa anda terapkan sebagai mahasiswa dan investor pemula:

1. Pastikan Biaya Hidupmu Sudah Tersedia

Tidak perlu hidup yang terjamin untuk memulai investasi saham. Anda harus pastikan biaya hidup sehari-harimu sudah tersedia. Jika dirasa keuanganmu belum aman, anda bisa mulai menabung dengan uang jajan anda sehari-hari. Karena untuk berinvestasi, anda memerlukan uang minimal Rp1.000.000-Rp2.000.000. Namun, perlu diperhatikan, untuk mulai berinvestasi, hindari untuk berutang, kuncinya adalah disiplin.

Baca Juga: Masih Awal Bulan, Hindari 4 Kesalahan Ini Dalam Menabung

2. Buat Rekening Efek

Setelah uang yang anda miliki dirasa cukup, anda bisa mulai membuat rekening efek di perusahaan sekuritas. Karena perusahaan akan melakukan beli-jual saham (sesuai permintaan anda) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nah, perlu diperhatikan juga ada beberapa perusahaan sekuritas yang mensyaratkan deposit dana investasi dengan jumlah tertentu, ada juga tidak.

Baca Juga: Pentingnya Dana Darurat, Bisa Kendalikan Pengeluaran Tak Terduga

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah mendaftar Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar BEI secara online (daring) atau offline (luring/tatap muka). Di sini, anda bakal mendapatkan seluk-beluk dunia pasar modal, cara memilih saham unggulan (blue chip), cara menabung saham agar terhindar saham gorengan, sampai cara mengoperasikan aplikasi saham milik perusahaan. Sekarang jual-beli saham bisa dilakukan di ponsel pintar.

3. Investasi Sesuai Kemampuan

Jangan pernah paksakan apa yang mungkin tidak bisa anda lakukan. Sesuaikan kemampuan ketika ingin membeli saham. Memang saham blue chip itu menggiurkan. Tetapi ingat dana investasi anda. Anda bisa beli jenis investasi saham blue chip yang harganya paling rendah. Cara lain, anda bisa membeli saham yang produknya anda konsumsi setiap hari atau perusahaan tersohor yang harga sahamnya sesuai kocek anda.

Cek Indeks LQ45 dan indeks IDX30 di laman BEI, di mana saham-sama tersebut memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Selain itu fundamental perusahaannya juga memiliki nilai yang cukup baik. Saham yang masuk ke dalam kedua Indeks tersebut juga saham yang masuk ke dalam indeks-indeks tersebut pun sering disebut dengan istilah blue chip.

4. Teliti dan Sabar

Sebagai investor, pasti anda akan tergoda ketika nilai saham semakin naik. Rasanya tangan gatal ingin menjualnya. Kalau anda butuh untuk membayar uang kuliah, tidak masalah. Anda ingin menjual dan selanjutnya dibelikan saham lain, tidak masalah juga. Tetapi jika belum punya rencana, urungkan niat menjual saham.

5. Pelajari Dunia Saham

Cara menabung saham yang tak kalah penting adalah investasi pengetahuan. Jadi kalau punya waktu lebih, belajarlah soal dunia saham, seperti mendalami analisis teknikal dan fundamental, mengetahui kondisi pasar, update info terkini melalui media, atau bertukar pengalaman dengan grup investor atau bertanya kepada ahli saham atau dosen ekonomi. Dalam juga metode investasi dari investor kenamaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini