Ada Vaksinasi, PTBA Pede Kejar Produksi 29,5 Juta Ton Batu Bara di 2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 278 2376860 ada-vaksinasi-ptba-pede-kejar-produksi-29-5-juta-ton-batu-bara-di-2021-BYpLT05jkd.jpg Batu Bara (Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan kenaikan volume produksi dari 24,8 juta ton di 2020 menjadi 29,5 juta ton di 2021. Perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan dari 26,1 juta ton di 2020 menjadi 30,7 ton di 2021.

"Kami berharap dengan melihat perkembangan pandemi dan juga vaksin, ekonomi pun akan mulai pulih sehingga berdampak terhadap batu bara baik ekspor maupun domestik," ujar Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (12/3/2021).

 Baca juga: Permintaan Turun, PTBA Sesuaikan Produksi Batu Bara hingga Akhir 2020

Dia melanjutkan, strategi penjualan akan tetap mengutamakan penjualan batu bara ke domestik untuk memenuhi kebutuhan PLN. "Sementara untuk batu bara kalori tinggi akan difokuskan untuk ekspor dengan tujuan negara Jepang, China, dan Taiwan," ungkapnya.

Sepanjang tahun 2020, PTBA mampu memproduksi 24,8 juta ton batu bara atau 99% dari target yang telah disesuaikan menjadi 25,1 juta ton. Kinerja angkutan batu bara juga menunjukkan performa yang terjaga dengan kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 23,8 juta ton naik 3% dari target tahun ini. Serta kinerja penjualan batu bara yang terealisasi sebesar 26,1 juta ton atau naik 5% dari target 2020.

 Baca juga: Dampak Covid-19, Produksi Batu Bara Lihat Harga

"Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan sepanjang 2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini," jelas Arviyan.

Direktur Niaga PTBA Adib Ubaidillah mengatakan, target penjualan di tahun 2021 cukup tinggi dengan mempertimbangkan permintaan dan juga harga batu bara.

"Di tahun 2021 kita melihat bahwa bisnis, industri di Indonesia maupun di luar sudah mulai bangkit kembali sehingga penggunaan dalam negeri juga semakin meningkat," ujarnya.

Menurut dia, permintaan untuk domestik pada triwulan I tahun 2021 cukup tinggi, demikian pula dengan ekspor. "Di samping permintaan yang cukup tinggi, saya kira kita harus memanfaatkan momentum kenaikan harga jual yang cukup baik dibandingkan tahun lalu. Upaya untuk mencapai targetnya terus kami lakukan. Mudah-mudahan target ini dapat kita capai," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini