Kisah Ade Nurhayati, Sukses Jual Makaroni Sampai Bisa Beli Rumah

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 12 Maret 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 12 455 2376649 kisah-ade-nurhayati-sukses-jual-makaroni-sampai-bisa-beli-rumah-Qe92sGKFIu.jpg Kisah Ade Nurhayati. (Foto: Okezone.com/TikTok)

JAKARTA Usaha tidak akan mengkhianati. Kata ini tepat menggambarkan kisah Ade Nurhayati.Perempuan asal Tasikmalaya ini menjual makaroni pedas sejak SMK hingga dapat membiayai kuliahnya sampai lulus.

Kisahnya dituang di akun TikTok, @zadutt. Ade bercerita bagaimana dia meraih sukses dengan berjualan makaroni pedas. Dia mulai berjualan makaroni di tahun 2011, ketika masuk SMK, dengan modal hanya Rp9.000. Awalnya dia menitipkan dagangannya di kantin sekolah dan dijual dengan harga Rp500 per bungkus.

Baca Juga: Tak Jahat, Beberapa Hacker Ini Malah Hasilkan Rp576,6 Miliar

Laba penjualan makaroni tersebut cukup untuk membeli sebuah ponsel di tahun 2012. Selanjutnya Ade pun merambah usahanya dengan menggunakan sistem pre order kepada teman-teman di sekolahnya. Dia bisa menerima pesanan sampai 25 kilogram makaroni pedas untuk di bawa ke sekolah.

Tiktok

Setelah itu, Ade membuat inovasi untuk produknya dengan menambahkan level kepedasan 1-10. Level tersebut tertera di label produknya.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Berawal dari Makanan yang Bikin Cuan

“Labelnya bikin di lab, gratis, ditungguin guru lagi sampai sore banget, sampai sekolah sepi,” tulisnya di akun Tiktok.

Ade tidak lantas berpuas diri. Dia pun mencoba menawarkan makaroninya ke minimarket terdekat dan ternyata makaroninya bisa dijual. Banyak orang yang menyerbu makaroninya di minimarket.

Hasilnya pun, Ade bisa membeli motor di tahun 2013. Motor tersebut Ade pakai setiap ia belanja berkarung-karung makaroni ke pasar dan tidak lagi menggunakan angkot.

Pamornya meningkat di kancah industri ekonomi kreatif. Ade sering menghadiri acara-acara mengenai UMKM, bergabung dengan komunitas yang bisa membantu pengembangan dirinya, dan mengikuti pameran.

Sampai akhirnya, Ade bisa berkuliah menggunakan tabungan usahanya sampai lulus. Bahkan, Ade bisa membeli rumah menggunakan hasil jerih payahnya berjualan makaroni pedas.

“Alhamdulillah, rasanya seperti mimpi bisa kuliah sampai lulus bayarannya dari hasil-hasil jualan macaroni. Kita bisa meraih mimpi asal terus berdoa dan berusaha,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini