Wall Street Bervariasi setelah Nasdaq Balik Melemah

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 13 Maret 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 278 2377027 wall-street-bervariasi-setelah-nasdaq-balik-melemah-o2w4U4GThe.jpg Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Jumat waktu setempat. Saham blue-chip pada indeks Dow Jones naik ke rekor tertinggi dalam lima hari berturut-turut. Dow Jones Industrial Average naik 293,05 poin atau 0,9% ke 32.778,64.

Indeks S&P 500 juga ditutup sedikit lebih tinggi karena investor membeli saham yang akan mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi AS. S&P 500 naik 4 poin atau 0,10% menjadi 3.943,34.

Sedangkan Nasdaq jatuh setelah rebound lebih dari 6% selama tiga sesi terakhir karena kenaikan imbal hasil obligasi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan menumpulkan daya tarik saham teknologi pertumbuhan tinggi. Komposit Nasdaq turun 78,81 poin atau 0,59% menjadi 13.319,87.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi Usai Pengesahan Stimulus USD1,9 Triliun

Meningkatnya Dow dan anjloknya Nasdaq mencerminkan aksi jual yang sedang berlangsung di bidang teknologi, karena investor membeli saham-saham siklikal yang nilainya di bawah harga yang diharapkan, tapi dapat bekerja dengan baik saat ekonomi pulih.

Meski demikian, S&P 500 dan Nasdaq telah membukukan kenaikan persentase mingguan terbesar sejak awal Februari. Hal ini karena Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang stimulus fiskal terbesar AS dan memperkuat keyakinan bahwa ekonomi menuju pemulihan dengan pertumbuhan tinggi.

Baca Juga: Stimulus Jumbo Joe Biden Cair, Saham Apple hingga Facebook Meroket

Untuk minggu ini, S&P naik 2,6%, Dow bertambah 4,1% dan Nasdaq naik 3,1%. Bagi Dow, itu adalah kenaikan mingguan terbesar sejak November. Secara keseluruhan volume di bursa AS adalah 11,64 miliar saham.

Adapun pergerakan saham Boeing Co naik 6,82% atau menjadi yang tertinggi dalam indeks Dow dan S&P 500. Demikian dilansir dari Reuters, Sabtu (13/3/2021).

Kelompok saham yang terbang tinggi tetapi sensitif terhadap hasil di antaranya Facebook Inc, Apple Inc, Amazon, Netflix Inc, induk Google Alphabet Inc, Tesla Inc dan Microsoft Corp.

Indeks teknologi, layanan komunikasi, dan kebijakan konsumen, yang menampung saham-saham berkapitalisasi besar ini, tergelincir paling banyak di antara sektor-sektor S&P utama. Sedangkan indeks bank melonjak 1,83%, sementara keuangan dan industri meraih level rekor baru.

Ulta Beauty Inc turun 8,4% setelah pengecer kosmetik memperkirakan pendapatan tahunan di bawah perkiraan, karena permintaan untuk produk make-up berada di bawah tekanan karena kebijakan kerja-dari-rumah yang diperpanjang.

Saham JD.com Inc yang berbasis di China yang terdaftar di AS turun 6,7% setelah tiga sumber mengatakan perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk membeli sebagian atau seluruh saham di pialang Sinolink Securities senilai setidaknya USD1,5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini