Belajar dari Banjir, Menteri Basuki Tak Lagi Fokus Pembangunan Infrastruktur tapi OPOR

Senin 15 Maret 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 470 2377962 belajar-dari-banjir-menteri-basuki-tak-lagi-fokus-pembangunan-infrastruktur-tapi-opor-wkEPNck3KJ.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan pembangunan infrastruktur pada tahun 2022 harus berfokus pada Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi atau OPOR.

"Maka dari itu untuk tahun 2022 saya menggunakan abreviasi OPOR. Pertama adalah Optimalisasi, jadi semua pembangunan infrastruktur yang telah selesai harus dievaluasi, diinventarisasi, dan sudah bisa dimanfaatkan," ujar Menteri Basuki saat membuka Konsultasi Regional Kementerian PUPR tahun 2021 dilansir dari Antara, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Bangun 10 Juta Sambungan Air Minum, Kementerian PUPR Butuh Rp108 Triliun

Menteri Basuki mengatakan optimalisasi juga meneruskan pembangunan yang telah selesai. Infrastruktur-infrastruktur yang sudah selesai namun belum dimanfaatkan, maka harus dimanfaatkan secara optimal.

Contohnya, kata dia, sarana infrastruktur air minum yang sudah dibangun namun masih belum dimanfaatkan harus segera ditangani dan dimanfaatkan. Semua yang sudah dibangun harus bisa dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2022 untuk pemanfaatan, katanya.

Baca Juga: Swasta Garap Proyek Strategis, Erick Thohir: Mereka Punya Keahlian dan Pengalaman

"Berikutnya Pemeliharaan, utamakan pemeliharaan. Untuk tahun 2022, program pemeliharaan infrastruktur harus lebih menonjol," kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki menilai tanggul-tanggul yang kemarin jebol atau rusak ketika bencana banjir melanda beberapa waktu lalu, kemungkinan akibat kurangnya pemeliharaan.

"Program pemeliharaan harus diutamakan pada tahun depan," tegas Menteri PUPR itu.

OPOR selanjutnya, kata Menteri Basuki, adalah Operasi. Operasi ditujukan untuk infrastruktur yang telah tuntas terbangun pada tahun 2021 dan pada tahun sebelumnya, maka pada TA 2022 harus segera dioperasikan setelah lulus dari tahapan uji coba yang diperlukan.

Terakhir adalah Rehabilitasi. Rehabilitasi ditujukan untuk infrastruktur yang telah mencapai umur konstruksi tertentu atau infrastruktur terdampak bencana, agar fungsinya dikembalikan seperti semula, misalnya irigasi, kanal banjir, jalan dan jembatan nasional yang rusak akibat bencana, dan sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini