1 Tahun Pandemi Covid-19, Industri Tekstil Nyaris Gulung Tikar

Mujib Prayitno, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 455 2378832 1-tahun-pandemi-covid-19-industri-tekstil-nyaris-gulung-tikar-MtQwrNQlRC.jpg Buruh Pabrik (Foto: Reuters)

BANDUNG - Kondisi industri tekstil Majalaya, Kabupaten Bandung semakin terkatung-katung dan tak jelas nasibnya setelah setahun andemi Covid 19 melanda Indonesia. Kini para pengusaha dihadapkan dengan permasalahan baru, yaiutu naiknya harga bahan baku hingga 30%.

Baca Juga: Tak Mau Lama-Lama, Pengusaha Tekstil Ingin Vaksinasi Mandiri

Sejak pertengahan tahun 2020 silam, mereka berhenti beroperasi bahkan beberapa diantaranya sudah gulung tikar karena bangkrut dan merumahkan ribuan karyawannya. Sementara beberapa lainnya masih berupaya bertahan, meski harus mengurangi jumlah pekerja dan jam kerja yang berdampak juga pada berkurangnya hasil produksi.

Menanggapi hal itu, Ketua Pertekstilan Majalaya Aep Hendar menyatakan, ada penyebab lain dari lesunya usaha tersebut. Di antaranya karena banjirnya bahan impor di Indonesia.

Baca Juga: Industri Tekstil Sangat Vital, Potensinya USD30 Miliar

"Selain diberatkan adanya wabah, derasnya barang import dan adanya pusat logistik berikat milik Tiongkok di Indonesia para pelaku IKM Majalaya juga dihadapkan dengan naiknya harga bahan baku yang mencapai 30% yang dirasa sangat memberatkan dan semakin sulit untuk bersaing dengan barang import," ujarnya, Selasa (16/3/2021).

 

Sementara itu, salah satu pengusaha tekstil Majalaya, Dudi menjelaskan kondisi pertekstilan Majalaya saat ini sudah amat memprihatinkan.

"Keterbatasan biaya untuk menghadirkan mesin modern yang bisa menghasilkan produk dengan spesifikasi barang import juga menjadi kendala tersendiri," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini