DP 0% hingga Bebas PPN Jadi Angin Segar Pulihkan Industri Properti

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 470 2379209 dp-0-hingga-bebas-ppn-jadi-angin-segar-pulihkan-industri-properti-i2zWwBY0O7.jpg Tren Industri Properti 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah memberi stimulus untuk menggairahkan industri properti. Selain penurunan suku acuan BI menjadi 3,50%, BI juga memutuskan untuk melonggarkan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti.

Penurunan BI7DRR menjadi 3,50% ini tercatat sebagai rekor suku bunga acuan terendah sepanjang sejarah sejak adanya BI7DRR.

Sementara penetapan LTV dan FTV sebesar 100% untuk kredit properti memungkinkan seluruh kebutuhan dana dalam memperoleh kredit properti ditanggung oleh bank alias konsumen tidak perlu lagi membayar uang muka.

Baca Juga: Pengembang Ingin Insentif Properti Diperpanjang dan Ditambah

Pada awal bulan Maret ini, Menteri Keuangan juga mengumumkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tadinya sebesar 10% untuk pembelian rumah di bawah harga jual Rp2 miliar.

Tiga kebijakan baru tersebut diharapkan bisa menjadi angin segar untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis properti yang sedang mengalami stagnasi di tengah pandemi.

"Langkah-langkah pemerintah dalam memudahkan pencari rumah dan dan mendukung industri properti," kata Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jendral Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupr) Fitrah Nur di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Baca Juga: Ada UU Cipta Kerja, Industri Properti Bakal Berubah Total

Sementara itu, setahun pasca-pandemi Covid-19 meningkatkan kesadaran dan dorongan masyarakat untuk membeli rumah. Situasi pandemi yang memaksa masyarkat lebih banyak meluangkan waktu di rumah.

"Kalau biasanya orang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan menganggap rumah hanya tempat untuk beristirahat, kini mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya memiliki tempat tinggal yang lebih berkualitas," katanya.

Selain itu, kebutuhan untuk menjaga jarak atau social distancing dan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah, membuat banyak perusahaan menerapkan bekerja dari rumah atau WFH (work from home).

Hal ini membuat banyak orang menjadi sadar bahwa bekerja tidak harus di kantor, atau bahkan lebih jauh lagi tidak harus di kota besar yang hiruk pikuk. Lebih dari separuh atau sekitar 53% pekerja mengaku terpikir untuk mencari hunian di luar wilayah Jabodetabek jika bisa terus menjalani sistem kerja WFH atau remote working.

Wilayah-wilayah yang akan dipertimbangkan jika para pencari rumah bisa tinggal di luar Jabodetabek adalah Jawa Barat dinyatakan oleh 42% responden, Yogyakarta dinyatakan oleh 27% responden, Jawa Tengah dinyatakan oleh 19% responden, Bali dinyatakan oleh 17% responden, Jawa Timur dinyatakan oleh 15% responden dan Banten dinyatakan oleh 10% responden.

Temuan lain dari Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 menunjukkan bahwa dampak dari menghabiskan lebih banyak waktu dihabiskan di rumah selama pandemi ini terlihat bahwa 33% responden menyatakan mereka menjadi memikirkan untuk memiliki rumah, sementara 26% responden menyatakan mereka ingin merenovasi atau menggunakan kembali ruangan yang ada di rumahnya, dan 12% responden menjadi memikirkan untuk pindah dari lokasi mereka saat ini. Sementara 53% responden berencana untuk membeli hunian tahun ini atau dalam 1-2 tahun ke depan.

Menurut Marine, sektor properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar industri bisa lebih cepat mengalami pemulihan.

Pulihnya sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional, mengingat multiplier effect dari industri ini bisa menyentuh lebih dari 170 sektor industri lainnya, sekaligus juga menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja.

“Sektor properti harus melakukan adaptasi dengan mengembangkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang selama pandemi semakin membutuhkan lingkungan yang lebih sehat, koneksi internet yang gegas dan stabil, dan ruangan untuk melakukan aktivitas work from home dan school from home," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini