Istana Presiden di Ibu Kota Baru Bakal Groundbreaking Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Maret 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 470 2379330 istana-presiden-di-ibu-kota-baru-bakal-groundbreaking-tahun-ini-zHnZDdbBhp.jpg Istana Negera (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memberikan bocoran tentang perkembangan terkini dari pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan. Direncanakan, pembangunan sudah bisa dilakukan pada tahun ini

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan akan tetap dilaksanakan. Bahkan, direncanakan Istana Negara akan mulai dibangun pada tahun ini.

 Baca juga: Butuh Rp500 Triliun, Pembangunan Ibu Kota Baru Berpeluang Dibiayai dari LPI

"Kita optimis mudah-mudahan Istana Presiden bisa di Groundbreaking pada tahun ini," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR-RI, Rabu (17/3/2021).

Menurut Suharso, jika terwujud, pembangunan istana negara di Ibu Kota baru ini bisa menjadi perangsang bagi sektor-sektor lainnya untuk ikut tumbuh. Di sisi lain, pembangunan ibu kota negara baru ini juga bisa menjadi faktor pendorong ekonomi Indonesia.

Baca juga: Menhub Undang Investor Korea Bangun Transportasi di Ibu Kota Baru

"Kalau itu bisa terjadi, kalau ya, ada kata kalau, itu akan terjadi pull factor di dalam ekonomi kita. dan dengan demikian orang ada trust kemudian sektor-sektor lain akan ikut dengan sendirinya," jelasnya.

Tak hanya bagi ekonomi nasional, daerah juga akan ikut merasakan dampaknya langsung. Apalagi, perusahaan-perusahaan konstruksi hingga real estate di wilayah tersebut akan ikut serta dalam pembangunan ibu kota negara yang baru tersebut.

"Saya mau bawa ini soal ibu kota negara karena sudah cukup ramai juga disampaikan. ibukota negara dalam pandangan kami kalau itu memang bisa dilakukan itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia dan nasional secara umum, utamanya di sektor sektor konstruksi, sektor real estat dan kemudian sektor consumption," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini