BEI Bidik Investor Pasar Modal Milenial di Papua

Kamis 18 Maret 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 278 2379810 bei-bidik-investor-pasar-modal-milenial-di-papua-dTJKr7cs40.jpg Saham (Shutterstock)

JAYAPURA – Pacu pertumbuhan investor milenial, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan galeri investasi Universitas Amal Ilmiah (UNAIM) YAPIS Wamena dan Univeritas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dapat membantu mahasiswa serta masyarakat di wilayahnya untuk belajar berinvestasi.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua, Kresna Aditya Payokwa dalam siaran persnya di Jayapura mengatakan, pihaknya siap membantu mahasiswa maupun masyarakat di sekitar kampus untuk mulai berinvestasi di pasar modal. ”Kami siap membantu dan melayani mahasiswa dan masyarakat umum untuk menjadi investor pasar modal melalui Phintraco Sekuritas," ujarnya mengutip neraca.

Baca juga: Beban Usaha Turun, Laba BEI Naik 8,9% Jadi Rp489,3 Miliar

Menurut Kresna, apalagi saat ini berinvestasi saham sudah sangat mudah dan murah, cukup dengan Rp100 ribu saja sudah dapat membuka rekening saham di Phintraco Sekuritas."Semoga keberadaan kami dapat bermanfaat untuk kampus maupun masyarakat luas,"jelasnya.

Dia menambahkan, UNIMUDA Sorong telah resmi menjadi galeri investasi ke-496 dan UNAIM YAPIS Wamena menjadi Galeri Investasi yang ke-503 di seluruh Indonesia dengan Anggota Bursa Mitra PT Phintraco Sekuritas, di mana kini telah ada 507 Galeri Investasi BEI yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan Univeritas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Universitas Amal Ilmiah (UNAIM) YAPIS Wamena dan PT Phintraco Sekuritas meresmikan galeri investasi BEI yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

 Baca juga: Investor Pasar Modal Tumbuh 16,35% hingga Februari

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengklaim kepemilikan saham masyarakat Bumi Cenderawasih di tengah kondisi penyebaran pandemi Covid-19 justru bergeliat dan meningkat.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak pernah bilang, kondisi tersebut tercermin dari kepemilikan saham investor yang tumbuh mencapai dua digit. "Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2020, nilai kepemilikan investor di Papua mencapai Rp467,83 miliar atau tumbuh sekitar 17,79% jika dibandingkan dengan posisi Juli 2019, padahal, kepemilikan investor di bursa saham nasional mengalami penurunan sebesar 12,54%," katanya.

Selain itu, lanjutnya, investor di pasar modal juga mengalami pertumbuhan. Di mana per Juli 2020, sebanyak 14.766 investor berinvestasi di lantai bursa atau meningkat 51,52% dibandingkan dengan posisi Juli 2019, persentase peningkatan jumlah investor tersebut berada di atas nasional yang tumbuh 49,73%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini