Efisiensi Energi Bisa Hemat Rp15,4 Triliun, Begini Hitung-hitungannya

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 320 2380093 efisiensi-energi-bisa-hemat-rp15-4-triliun-begini-hitung-hitungannya-ZUn4T7qIgd.jpg Kilang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sektor energi diharapkan dapat menurunkan emisi sebesar 314 - 390 juta ton CO2 di tahun 2030. Selain itu, jika dihitung maka dengan hemat energi bisa menghemat sekira Rp15,4 triliun.

Pada tahun 2020, capaian sektor energi telah berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 64 juta ton di mana energi baru terbarukan (EBT) berkontribusi 53%, efisiensi energi 20%, bahan bakar fosil rendah karbon 13%, pemanfaatan teknologi pembangkit energi bersih 9%, dan reklamasi lahan pasca tambang 4%.

"Penerapan efisiensi energi 20% ini setara dengan penghematan energi dalam bentuk listrik sebesar 13,8 terawatt-hour (TWh) dan ini ekuivalen dengan biaya Rp15,4 triliun dengan kontribusi terhadap penurunan gas rumah kaca sebesar 12,9 juta ton," Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: Kebutuhan Energi Baru Pulih di 2022, EBT Banyak Diminati 

Dadan melanjutkan, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengelola pemanfaatan energi baik di sisi suplai dan juga demand dalam proses transisi energi menuju pemanfaatan energi bersih.

Pada sisi suplai telah ditetapkan target sebesar 23% di 2025 untuk energi baru terbarukan (EBT). Kemudian pada sisi demand telah ditetapkan juga target penurunan intensitas energi final sebesar 17% terhadap posisi di tahun 2025.

"Upaya yang dilakukan pada sisi suplai dan demand juga sejalan dengan program menjaga lingkungan sebagai aksi mitigasi melawan perubahan iklim," ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini program percepatan efisiensi energi terus dilakukan seperti penerapan manajemen energi, standarisasi dan labelisasi tingkat hemat energi, penerapan teknologi hemat energi termasuk di sini kendaraan listrik dan kompor induksi.

"Selanjutnya, pengembangan usaha konservasi energi dan peningkatan awareness dan award. Peningkatan ketertarikan melalui sosialisasi secara masif dan pemberian penghargaan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini