Bank Diminta Percepat Penyaluran FLPP, Kalau Masih Sedikit Bisa Dialihkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 470 2380182 bank-diminta-percepat-penyaluran-flpp-kalau-masih-sedikit-bisa-dialihkan-u2JmDz8jMy.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin meminta kepada Bank Pelaksana untuk segera menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Karena pihaknya akan melakukan evaluasi kepada bank penyalur pada pertengahan tahun nanti.

Jika realisasi penyaluran masih sangat rendah, maka ada kemungkinan untuk dialihkan ke bank lainya. Secara khusus adalah bank pembangunan daerag (BPD) yang angka penyaluranya masih rendah.

Baca Juga: Terungkap Fakta, Pekerja Bergaji di Bawah Rp4 Juta Dominasi Penerima Subsidi Rumah

“Nanti pada semester pertama akan ada evaluasi (penyaluran FLPP kepada bank penyalur atau pelaksana),” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (18/3/2021).

Berdasarkan catatan PPDPP per hari Senin 15 Maret 2021, dari 38 Bank pelaksana yang bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), sebanyak 24 Bank pelaksana telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Di mana sebanyak 7.266 unit rumah senilai Rp794,250 miliar atau 4,61% dari total unit yang ditargetkan pemerintah tahun 2021.

Baca Juga: Pak Bas, Ada Saran Nih dari Pengembang agar Rumah Subsidi Berkualitas

Penyaluran tertinggi dicapai oleh BTN sebanyak 3.785 unit, BRI sebanyak 983 unit, BNI sebanyak 849 unit, BJB sebanyak 752 unit, Bank Jambi sebanyak 189 unit, Bank Sulselbar sebanyak 144 unit hingga Artha Graha sebanyak 132 unit. Kemudian, Bank Jatim Syariah sebanyak 124 unit, Bank Sumselbabel sebanyak 58 unit dan Bank Kalsel syariah sebanyak 54 unit.

Sedangkan bank Nagari sebanyak 38 unit, Bank Jambi Syariah sebanyak 32 unit, Bank Riau Kepri Syariah sebanyak 30 unit, Bank Riau Kepri sebanyak 23 unit dan Bank BRI Agro sebanyak 20 unit. Kemudian Bank Kalbar sebanyak 13 unit dan Bank DIY sebanyak 9 unit.

Selanjutnya, Bank Sumsel Babel Syariah sebanyak 8 unit, Bank Kalbar Syariah sebanyak 6 unit, Bank Nagari Syariah sebanyak 5 unit, dan Bank Jateng Syariah sebanyak 4 unit. Dan ada juga Bank Kalsel sebanyak 3 unit, Bank Jateng sebanyak 3 unit dan terakhir bank NTT sebanyak 2 unit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini