Keuntungan Perusahaannya Turun, Li Ka-shing Tetap Jadi 'Raja' Terkaya di Hong Kong

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 20 Maret 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 455 2381184 keuntungan-perusahaannya-turun-li-ka-shing-tetap-jadi-raja-terkaya-di-hong-kong-xNVRUbrDsO.jpg Orang Terkaya Hong Kong Li Ka-Shing (Foto: Forbes)

JAKARTAOrang terkaya di Hong Kong Li Ka Shing mengalami penurunan profit di tengah cekikan pandemi Covid-19. Perusahaan utama miliknya, CK Hutchison, melaporkan penurunan laba pertama sejak direstrukturisasi di 2015 akibat tantangan yang tidak terduga dari pandemi.

Dilansir dari Forbes, Sabtu (20/3/2021), konglomerasi dengan bisnis yang mencakup pelabuhan, ritel, infrastruktur, energi, dan telekomunikasi tersebut mengatakan keuntungannya mencapai HK dolar 29,1 miliar (USD3,75 miliar) untuk tahun 2020, turun sebesar 27% dari tahun sebelumnya. Pendapatan CK Hutchison, yang lebih dari setengahnya berasal dari Eropa, turun 8% menjadi HK dolar 403,8 miliar.

Baca Juga: Kisah Mansa Musa Pemilik Rp5.760 Triliun, Orang Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah

Li Ka Shing pensiun sebagai ketua CK Hutchison dan CK Asset Holdings pada Mei 2018, tetapi terus menjabat sebagai penasihat senior. Kekayaan bersihnya saat ini sebesar USD34 miliar menjadikannya orang terkaya di Hong Kong, menurut peringkat Forbes Real Time Billionaires. CK Hutchison merupakan bagian dari kerajaan bisnis Li Ka Shing, kini dijalankan oleh putra tertuanya Victor Li.

Bisnis ritel dan pelabuhan sangat terpukul di paruh pertama tahun ini, tapi Victor Li mengharapkan pemulihan ekonomi di paruh kedua setelah program vaksinasi diluncurkan.

 

Pada saat yang sama, CK Asset yang merupakan bisnis cabang properti Li berencana mengakuisisi empat perusahaan dari Li Ka Shing Foundation senilai HK dolar 17 miliar. Untuk membiayai akuisisi, CK Asset mengatakan akan menerbitkan 333 juta saham kepada yayasan dengan harga masing-masing HK dolar 51, 8,4% lebih tinggi dari harga penutupan di hari Kamis.

CK Asset melaporkan pada hari yang sama bahwa laba yang mendasarinya turun 32,5% menjadi HK dolar 19,34 miliar tahun lalu. Pandemi tersebut berdampak parah pada hotel, penyewaan pesawat, dan bisnis pub Inggris, sehingga pendapatannya turun 23% menjadi HK dolar 74,15 miliar.

“Pasar properti lokal diperkirakan akan tetap stabil dan tangguh dalam jangka menengah dan panjang karena suku bunga rendah di samping permintaan yang tak tergoyahkan,” kata Victor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini