Lonjakan Kekayaan Pria Ini Kalahkan Elon Musk dan Jeff Bezos, Siapa Dia?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 22:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 455 2382669 lonjakan-kekayaan-pria-ini-kalahkan-elon-musk-dan-jeff-bezos-siapa-dia-uL7RwxK5RY.jpg Orang Kaya (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seorang taipan asal India bernama Gautam Adani secara mengejutkan bisnisnya berhasil meraup keuntungan yang besar pada tahun ini. Tak tanggung-tanggung, lonjakan kekayaan miliarder asal negeri Bollywood tersebut melampaui orang terkaya di dunia seperti Elon Musk dan Jeff Bezos.

Dilansir dari therichest.com, Rabu (24/3/2021), keuntungan perusahaan Adani naik sebesar USD33,8 miliar atau setara Rp487,56 triliun (mengacu kurs Rp14.425 per USD). Dia meraihnya setelah mencapai kesepakatan dengan investor yang bersemangat tentang konglomerat pelabuhan ke pembangkit listrik.

Semua kecuali satu saham grup Adani telah menikmati pertumbuhan 50% tahun ini saja. Dengan penambahan pelabuhan, bandara, tambang batu bara, dan pusat data di India, Adani telah menyelimuti pesaing Asia, yang dulunya merupakan miliarder terkaya di benua itu, Mukesh Ambani.

Seorang eksekutif membagikan analisisnya tentang hasil Adani yang meroket di pasar, memuji konsistensi grup dalam ekspansi dalam bisnis yang kebal terhadap fluktuasi pasar.

Baca Juga: Miliarder Muda Kekayaan Fantastis, Ada yang Punya Harta Rp63 Triliun

CEO dan pendiri Nyka Advisory Services, Sunil Chandiramani menjelaskan bagaimana selera Adani terhadap teknologi di mana Bezos dan Musk berkembang dicatat dengan masuk ke bisnis pusat data mereka.

Di bawah Adani Enterprises Ltd., grup ini telah diperkenalkan ke dunia data dengan menandatangani untuk mengembangkan kapasitas pusat data 1 gigawatt di India bulan lalu. Bersama Adani Total Gas Ltd., Adani Transmission Ltd., Adani Power Ltd., Adani Energy Ltd., dan Adani Ports and Special Economic Zone Ltd. masing-masing telah menyaksikan kesuksesan luar biasa lebih dari 321% secara kolektif.

Pertumbuhan cepat Adani dapat dijelaskan oleh kegigihan dan tekadnya terutama saat Tycoon terus melawan kritik terhadap proyek batu bara Australia yang kontroversial, Carmichael.

Sekilas tentang perjalanan karier Adani. Dia pernah putus kuliah dengan menolak toko tekstil ayahnya untuk mendirikan perusahaan ekspor komoditas pada 1988.

Tak seorang pun menghindar dari oposisi, tonggak lain dalam kerajaan Adani yang terus meningkat datang pada Juli 2019 setelah sembilan tahun menunggu persetujuan untuk mulai bekerja di tambang batubara Australia. Tahun lalu, Adani juga membuat kemajuan besar dalam mengakuisisi 74% saham di bandara tersibuk kedua di India, Bandara Internasional Mumbai.

Sekarang orang terkaya ke-26 di dunia ini adalah contoh utama tentang bagaimana teknologi adalah industri yang berkembang pesat dan bernilai investasi besar bagi bisnis yang sedang menurun yang membutuhkan kebangkitan struktural.

Bekerja sama dengan pendiri Google, Amazon, Tesla, dan Reliance serta konglomerat berbasis minyak dan energi Adani memiliki banyak keuntungan dengan mencampurkan kekayaan mereka dengan raksasa teknologi. Inisiatif hijau dan matahari adalah tempat utama untuk memulai perubahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini