Uang Beredar hingga Februari Naik 11,3% Tembus Rp6.810,5 Triliun

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 320 2383739 uang-beredar-hingga-februari-naik-11-3-tembus-rp6-810-5-triliun-KHKmBIp2Ha.jpg Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia mencatat kondisi likuiditas perekonomian atau uang yang beredar dalam arti luas (M2) hingga Februari 2021 masih tetap tumbuh tinggi. Data ini juga didukung dari komponen uang beredar dalam arti sempit (M1).

"Posisi M2 pada Februari 2021 sebesar Rp6.810,5 triliun atau tetap tumbuh tinggi sebesar 11,3% (yoy). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan pertumbuhan di bulan sebelumnya sebesar 11,8% (yoy)," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono di Jakarta (25/4/2021).

Baca Juga: Bangga Gunakan Rupiah, BI Ingatkan Milenial soal Sipadan Ligitan

BI juga mencatat pertumbuhan M1 pada Februari 2021 sebesar 18,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,7% (yoy). "Sementara itu untuk pertumbuhan uang kuasi tercatat melambat dari sebesar 9,7% pada bulan sebelumnya menjadi 9,2% (yoy) pada Februari 2021," katanya.

Baca Juga: Cinta Rupiah, Masyarakat di Pulau Ini Sampai Cuci hingga Jemur Uang

Dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 pada Februari 2021 didominasi oleh tetap tingginya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, perlambatan aktiva luar negeri bersih, dan penurunan kredit.

Pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tetap tinggi sebesar 50,8% (yoy), meskipun lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 54,8% (yoy).

Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 11,5% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan Januari 2021 sebesar 14,9% (yoy).

Selain itu, pertumbuhan kredit juga masih mengalami kontraksi 2,3% (yoy), sedikit lebih dalam dari kontraksi 2,1% (yoy) pada Januari 2021

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini