Intip Penampakan Istana Presiden di Ibu Kota Baru

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 470 2384139 intip-penampakan-istana-presiden-di-ibu-kota-baru-fHTmkLl67r.jpg Ilustrasi Pembangunan Ibu Kota (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah memberikan bocoran tentang perkembangan terkini dari pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan. Direncanakan, pembangunan sudah bisa dilakukan pada tahun ini yakni membangun Istana Presiden.

Pembangunan tersebut berpeluang dibiayai menggunakan dana dari Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Pengerjaan keseluruhan di IKN diperkirakan mencapai sekitar Rp500 triliun hingga 2024.

Dalam ibu kota baru ini akan terdapat tiga zona yaitu Kawasan Inti Pusat dengan luas 5.644 hektare, Kawasan Ibu Kota Negara sebesar 56.180 ha. Dan serta Kawasan Perluasan IKN yang mencapai sekitar 256 ribu hektare.

Gambaran ibu kota dikelilingi banyak pepohonan hijau, sesuai dengan rencana pembangunan green city.

Baca Juga: Fakta Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Nagara Rimba Nusantara 

Namun, ibu kota baru juga nampak modern dengan adanya gedung-gedung tinggi pencakar langit. Nantinya seluruh moda transportasi di kota tersebut akan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan yakni tenaga listrik.

Lalu, bagaimana desain dari IKN nanti? Berikut ini gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota baru yang dirangkum Okezone, Kamis (25/3/2021).

 

1. Mencerminkan identitas bangsa

Identitas bangsa akan diterjemahkan dalam urban design secara filosofis. Di mana akan mengambil dari pilar-pilar kebangsaan, yaitu, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

a. Kota sebagai Simbol Identitas Negara

b. Menghimpun Keberagaman sesuai Bhineka Tunggal Ika dan memperkuat NKRI

2. Mewujudkan keberlanjutan sosial-ekonomi-lingkungan

Sebagai Outcome perlu integrasi aspek sosial, ekonomi dan perlindungan lingkungan. Perlu juga meminimalisir intervensi terhadap alam.

Selain itu, mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru. Mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan.

Tak luput, public dan community space perlu diperbanyak. IKN juga mengadopsi new urbanism dan green building, serta kualitas ruang yang mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat.

3. Mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional

IKN menjadi Kota yang Compact, mengandalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencapai Tujuan SDGs. Penataan bangunan dan lingkungan yang compact dan inklusif.

Moda transportasi publik yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu, kolaborasi antara arsitektur modern dengan local wisdom.

Penerapan IKN juga melihat desain, material dan teknologi modern, smart building dan penggunaan energi terbarukan. Di mana Desain yang mengutamakan pada pemenuhan seluruh target Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai acuan pembangunan kota-kota Indonesia ke depannya.

Sekadar informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan pemenang sayembara desain Ibu Kota Negara (IKN) baru. Tidak hanya desain yang bagus, Basuki juga mengungkap desain ibu kota harus menjadi pembeda dengan ibu kota negara lain di dunia.

Dewan juri pada Senin 23 Desember 2019 telah mengumumkan pemenang sayembara mulai dari juara 1,2 dan 3 serta pemenang harapan I dan II. Pemenang sayembara ini memiliki desain dan konsep beragam. Tak hanya itu, makna yang tersaji dari setiap desain juga sangat mendalam.

'Nagara Rimba Nusantara' dari Urban+ Pemenang Sayembara

Dewan Juri Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara telah memutuskan desain bertema “Nagara Rimba Nusantara” sebagai pemenang sayembara (juara ke-1). Desain ini dibuat oleh Urban+, perusahaan yang didirikan Sofian Sibarani.

Dalam Nagara Rimba Nusantara, area pemerintahan ibu kota baru dibagi menjadi lima, yakni sebuah tata kota yang merujuk konsep dasar nilai-nilai Pancasila yang diterjemahkan kepada lima pusat area utama. Area pancasila, area Bhinneka Tunggal Ika, area Gedung Yudikatif Mahkamah Agung, area Eksekutif Presiden, dan Legislatif MPR/DPR/DPRD yang sejajar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini