Mengetahui Profil Risiko Investor

Minggu 28 Maret 2021 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 278 2384444 mengetahui-profil-risiko-investor-sXMY1kDZ6f.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

Investor konservatif juga dapat mengalokasikan dana ke deposito perbankan. Investor yang berikutnya memiliki karakter investasi moderat. Secara umum, investor jenis ini lebih berani menerima risiko kerugian dari dana investasi, namun di satu sisi juga mengharapkan potensi keuntungan yang lebih tinggi daripada produk konservatif. Jika kuesioner menunjukkan Anda adalah investor dengan toleransi risiko moderat, maka Anda sebaiknya memilih instrumen investasi dalam kurun waktu menengah, antara 1-3 tahun atau lebih. Produk investasi moderat meliputi saham-saham blue chip yang fluktuasi harganya relatif stabil, dikombinasikan dengan surat utang negara dan obligasi korporasi.

Tipe investor yang paling berpotensi memperoleh keuntungan besar di masa depan adalah tipe investor agresif atau disebut juga risk taker. Investor jenis agresif cenderung lebih siap menanggung risiko kehilangan modal investasi sampai 100%, tetapi juga mengharapkan potensi keuntungan yang sangat tinggi. Dengan moto “high risk, high return”, investor jenis ini siap berinvestasi dalam jangka panjang, yakni 3-5 tahun atau lebih.

Sebab, semakin panjang jangka waktu investasi pemodal yang agresif, semakin besar pula peluang mendapatkan potensi keuntungan yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika jangka waktu investasi pendek, kemungkinan kehilangan modal pun akan lebih besar, seiring dengan tingginya risiko investasi yang dihadapi.

Produk investasi yang cocok bagi investor yang agresif cenderung memiliki volatilitas harga yang lebih tinggi pula. Investor jenis ini dapat memilih saham-saham blue chip atau saham lapis pertama (saham perusahaan-perusahaan besar) yang dikombinasi dengan saham-saham lapis kedua, yaitu saham-saham perusahaan degan size menengah dan yang sedang bertumbuh atau ekspansi. Saham lapis kedua berpotensi mengalami kenaikan harga yang tinggi seiring peningkatan kinerja perusahaan dan minat investor.

Selain mengatur jangka waktu berinvestasi, investor juga dapat melakukan manajemen risiko dengan cara melakukan diversifikasi, yaitu membeli lebih banyak jenis instrumen investasi. Sebab, berinvestasi pada satu instrumen investasi lebih berisiko dibanding berinvestasi pada 5-10 saham. (TIM BEI)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini