7 Fakta Pendaftaran CPNS 2021, Ada untuk Lulusan SMA

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 04:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384408 7-fakta-pendaftaran-cpns-2021-ada-untuk-lulusan-sma-n5gNT3CxsO.jpg Seleksi CPNS 2021 Siap Dibuka. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah akan segera membuka seleksi CPNS, yang rencananya dimulai April 2021. Selain CPNS, pemerintah juga membuka seleksi untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta sekolah kedinasan.

Berikut fakta-fakta mengenai rekrutmen CPNS, PPPK, dan sekolah kedinasan yang telah dirangkum, Sabtu (27/3/2021).

1. Sekitar 1,3 juta formasi dibuka, untuk kebutuhan 2020 dan 2021

Tahun ini, pemerintah membuka sekitar 1,3 juta formasi untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Menurut Menteri Tjahjo, jumlah kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan untuk dua tahun, yakni tahun 2020 dan 2021, mengingat pada tahun kemarin pemerintah tidak melaksanakan rekrutmen.

Jumlah kebutuhan untuk guru PPPK sebanyak 1 juta formasi, untuk pemerintah pusat sebesar 83.000 formasi, dan pemerintah daerah sebesar 189.000 formasi.

Baca Juga: CPNS 2021, Pemerintah Pusat Butuh Dosen hingga Penyuluh KB

"Jumlah yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

2. Rekrutmen CASN 2021 dimulai dari April

Seleksi CASN akan diawali bagi sekolah kedinasan di bawah delapan instansi kementerian dan lembaga. Kedelapan instansi tersebut adalah Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Setelah itu dilanjutkan pembukaan pendaftaran guru PPPK, PPPK non-guru, dan CPNS yang direncanakan pada bulan Mei atau Juni.

Baca Juga: Pemda Butuh 189.000 Pegawai, Ini Formasi CPNS Paling Banyak Dicari

3. Ada lowongan untuk lulusan SMA

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menyebutkan bahwa ada lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi lulusan SMA. Salah satunya Kemenkumham membuka posisi untuk sipir penjara dan petugas keiimigrasian. Dia mengatakan bahwa lowongan untuk kualifikasi pendidikan SMA memang spesifik.

“Untuk SMA itu spesifik. Misal untuk sipir penjaga tahanan atau penjaga rutan. Itu tidak perlu keahlian yang khusus,” katanya

4. Hati-hati dengan praktik percaloan

Plt. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Teguh Widjinarko mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan praktik percaloan dalam rekrutmen CASN. Penggunaan sistem computer assisted test (CAT) dalam proses seleksi baik di tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) maupun seleksi kompetensi bidang (SKB) sudah transparan dan akuntabel.

Selain itu hukuman pemecatan secara tidak hormat juga akan diberikan terhadap pegawai ASN yang terbukti terlibat praktik percaloan.

“Jangan mudah percaya terhadap janji-janji orang lain yang dapat meluluskan seseorang terutama jika harus membayar sejumlah uang tertentu,” tuturnya.

Selain itu, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan salah satu yang disiapkan adalah fitur tambahan pada sistem CAT BKN yaitu face recognition.

“Face recognition yang diperuntukkan untuk mengidentifikasi peserta yang melakukan ujian, sehingga dapat meminimalkan adanya percaloan dalam pelaksanaan ujian,” ungkapnya.

5. Ini cara pendaftaran CPNS dan PPPK 2021

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, dalam rekrutmen ketiganya hanya akan menggunakan satu portal pendaftaran saja yang Sistem Seleksi Calon ASN atau SSCASN. Dengan penggunaan satu portal ini diharapkan akan mempermudah peserta untuk melakukan pendaftaran.

Dengan peningkatan fitur SSCASN, nantinya semua data sudah terintegrasi. Sehingga peserta seleksi ASN tidak perlu mengunggah sejumlah dokumen, seperti ijazah, Surat Tanda Registrasi (STR), serta Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) pada saat melakukan pendaftaran. Peserta juga bisa mengakses informasi seluruh formasi yang dibuka pemerintah.

“Portal SSCASN akan terintegrasi dengan data NIK di Dukcapil, data Dapodik Kemdikbud, data STR di Kementerian Kesehatan, dan akses data ijazah dan akreditasi Perguruan Tinggi di Kementerian Ristekdikti," jelas Bima.

6. Peserta yang positif Covid-19 masih bisa ikut seleksi

BKN akan tetap menerapkan prosedur pelaksanaan ujian sesuai protokol kesehatan dalam rekrutmen ASN tahun 2021. Salah satunya dengan menghadirkan live score peserta melalui Youtube BKN agar hasil ujian dapat dipantau di mana saja. Dengan begitu tidak akan menyebabkan adanya kerumunan.

“Dalam rekrutmen ASN 2021 akan disediakan pula sarana khusus bagi peserta positif covid-19. Sehingga tetap dapat berkesempatan mengikuti seleksi,” kata Kepala BKN Bima Haria, dikutip dari pers rilis Humas BKN, Kamis (25/3/2021).

7. CPNS 2021 akan memperbanyak tenaga teknis

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo mengatakan, dalam rekrutmen calon pegawai pemerintah tahun ini, pihaknya memfokuskan untuk mencari tenaga teknis. Termasuk juga dalam seleksi CPNS yang rencananya akan dibuka pada pertengahan tahun ini.

“Agar memperbanyak tenaga teknis yang bisa langsung terjun ke masyarakat dalam rangka mengurangi ASN yang melaksanakan tugas administrasi,” ujarnya dalam keteranganya, Kamis (25/3/2021).

8. Ini alokasi jabatan untuk CPNS dan PPPK 2021

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo memaparkan beberapa jabatan dengan alokasi terbanyak untuk seleksi CPNS dan PPPK tahun ini. Berikut jabatan-jabatan dengan alokasi kebutuhan terbanyak:

1. Pemerintah Pusat

a. Dosen

b. Penjaga Tahanan

c. Penyuluh KB

d. Analis Perkara Peradilan

e. Pemeriksa

f. Perawat

g. Analis Hukum Pertanahan

h. Jaksa

i. Dokter

j. Statistisi

k. Pranata Komputer

l. Pranata Barang Bukti

m. Pengawas Farmasi dan Makanan

n. Penyuluh Perikanan

o. Perencana

2. Pemerintah Provinsi

a. Jabatan Guru: Guru BK, Guru TIK, Guru Matematika, Guru Seni Budaya, Guru Bahasa Indonesia

b. Jabatan Tenaga Kesehatan : Perawat, Dokter, Asisten Apoteker, Perekam Medis, Apoteker

c. Jabatan Teknis: Pranata Komputer, Polisi Kehutanan, Pengawas Benih Tanaman, Pengelola Keuangan, Pengelola Pengadaan Barang/Jasa

3. Pemerintah Kabupaten/Kota

a. Jabatan Guru: Guru Kelas, Guru Penjasorkes, Guru BK, Guru TIK, Guru Seni Budaya

b. Jabatan Tenaga Kesehatan : Perawat, Bidan, Dokter, Apoteker , Pranata Laboratorium Kesehatan

c. Jabatan Teknis: Penyuluh Pertanian, Auditor, Pengelola Pengadaan Barang/Jasa, Pengelola Keuangan, Verifikator Keuangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini