Share

Erick Thohir Sebut Indonesia Battery Corporation Masih Kertas, Kapan Produksi Mobil Listrik?

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 26 Maret 2021 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384691 erick-thohir-sebut-indonesia-battery-corporation-masih-kertas-kapan-produksi-mobil-listrik-wkwTVXd065.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan produksi kendaraan listrik akan segera direalisasikan pada 2022 atau 2023. Meski pendirian Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai pengelolanya sudah diresmikan, konsorsium beranggotakan empat perseroan negara itu masih di atas kertas.

"Ini belum selesai. Baru kertas doang. Ini diharapkan implementasi terbukti di 2022 dan 2023 tentu namanya hasil produksi darinya sendiri,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat (26/3/2021).

IBH sendiri merupakan konsorsium BUMN yang dibentuk untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca Juga: LG dan CATL Incar Investasi Baterai Kendaraan Listrik RI, Tesla? 

Holding itu terdiri dari Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dengan masing-masing kepemilikan saham 25%. IBH sendiri akan difokuskan pada rantai pasok (value chain) baterai listrik.

"Tujuan utama supaya kekuatan di hulu-hilir bisa disatukan, makanya keempat BUMN bentuk IBC yang masing masing bagian supply chain industry battery ini akan ada joint venture itu akan dilakukan," tutur dia.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Pabrik pembuatan kendaraan listrik itu akan didesain secara terintegrasi mulai dari mining, smelting, kemudian produksi prekursor, hingga battery pack, hingga ekosistem kendaraan listrik benar-benar berjalan. Dalam proses ini, IBH akan terlibat dari hulu hingga hilir.

"Kita enggak hanya bangun pabrik dan turunannya. Tapi pastikan ekosistem mobil listrik jalan. sampai hari ini banyak kepala-kepala daerah seperti di beberapa di luar negeri, London, hanya memperbolehkan (menggunakan) mobil listrik di beberapa titik. Kemarin kami kunjungi di Bali sudah putuskan hanya kendaraan bus listrik yang bisa diparkirkan di daerah tertentu, ada keberpihakan daripada Pemda," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini