Milenial Usia 25-36 Dominasi Pengajuan Kredit KPR daripada Belanja Konsumtif

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 470 2384448 milenial-usia-25-36-dominasi-pengajuan-kredit-kpr-daripada-belanja-konsumtif-HUFdCVVo1z.jpg Milenial Banyak Ajukan KPR. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Kominfo mendorong edukasi milenial tentang Perencanaan Keuangan Milenial di Masa Pandemi. Kegiatan Webinar Pojok Literasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo diikuti 30 orang peserta yang hadir secara offline dan 200 peserta daring.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo, Septriana Tangkary menyampaikan generasi milenial dewasa ini sangat akrab dengan financial technology (fintech). Dia menggambarkan dari data terdapat 66,38% lender yang masuk kategori usia 19-34 tahun dan 67,19% borrower ternyata masuk kategori 19-34 tahun.

"Berdasarkan data yang ada, generasi milenial dengan usia 26-35 tahun lebih mendominasi pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Jadi tidak belanja yang konsumtif, tetapi milenial sudah memikirkan masa depan dengan melakukan konsumsi yang produktif," ujar Septry dalam keterangan resminya di Jakarta (26/3/2021).

Baca Juga: Hingga Awal Maret, Penyaluran KPR Subsidi Masih Lesu Baru 1,1%

Selanjutnya, Koordinator Sub Direktorat Perekonomian I Kemenkominfo, Eko Slamet Riyanto memaparkan kini Indonesia sudah memasuki era masyarakat digital (digital society).

"Pandemi Covid-19 mendorong kita semua untuk menerapkan budaya cashless. Berdasarkan data Bank Indonesia, selama bulan Desember saja nilai transaksi uang elektronik meningkat 30,44% dengan nilai transaksi digital mencapai Rp2.775,5 triliun," ujar Eko menambahkan.

Berikutnya dari Kepala Bagian Informasi Otoritas Jasa Keuangan OJK, Anugrah Sutejo mengatakan setidaknya ada dua upaya OJK untuk melindungi konsumen dan masyarakat. Pertama dari upaya preventif dengan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat, biaya, dan risiko layanan keuangan.

Baca Juga: DP Rumah O%, Gubernur BI Yakin Properti Bangkit dari Keterpurukan

"Untuk yang kedua melalui upaya kuratif dengan melakukan penanganan pengaduan dari masyarakat," kata Anugrah.

Selanjutnya District Manager Linkaja Bandung, Ida Pratita mengatakan Literasi keuangan penting untuk memberi pemahaman dalam mengelola keuangan. Selain itu, juga dapat membantu kita untuk mengambil keputusan untuk menabung dan berinvestasi untuk mencapai kesejahteraan finansial.

Terakhir Chief Marketing Officer Finansialku.com, Mario Agustian Lasut memberikan tips perencanaan keuangan, yakni buat dan gunakan prioritas anggaran berdasarkan besaran nominal bukan dari persentase anggaran dan sesuaikan dengan kewajiban, kebutuhan dan keinginan.

"Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Bagaimana membedakannya? Mudahnya, keinginan kalau ditunda tidak ada dampak signifikan pada diri kita. Sedangkan kebutuhan kalau ditunda akan berdampak pada kehidupan sehari-hari," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini