7 Fakta Syarat-Syarat Penerima BLT Subsidi Gaji, Cek di Sini

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 28 Maret 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 320 2384872 7-fakta-syarat-syarat-penerima-blt-subsidi-gaji-cek-di-sini-2hEQdN5oWR.jpg BLT Subsidi Gaji (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Sisa pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) gaji sebesar Rp2,4 juta masih menjadi teka-teki karena belum ada keputusan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Alangkah baiknya kini untuk mengingat kembali persyaratan apa saja dalam pencairan BLT gaji tersebut.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Minggu (28/3/2021).

1. Penerima BLT Gaji Merupakan WNI

Pertama, penerima subsidi harus mereka yang terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Tentunya harus dibuktikan dengan NIK.

Baca Juga: Harap Sabar! Pencairan BLT Subsidi Gaji Tunggu Kabar dari Bank

2. Yang Berhak Menerima BLT Gaji adalah Buruh atau Pekerja

Kedua, yang berhak mendapatkan subsidi tersebut ialah pekerja atau buruh penerima gaji atau upah.

3. Aktif sebagai Penerima BPJS Ketenagakerjaan

Ketiga, terdaftar sebagai penerima aktif progrgam Jamsos BPJS Ketenagakerjaan. Dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.

Baca Juga: Gelombang 16 Dibuka, Pendaftaran Kartu Prakerja Tahun Ini Berakhir?

4. Status BPJS Ketenagakerjaan Aktif hingga Juni 2020

Keempat, kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020.

5. Penerima BLT Gaji juga Harus Taat Membayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Kelima, peserta aktif program Jamsos Ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp5.000.000 (Lima Juta Rupiah). Sesuai dengan upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

6. Mempunyai Rekening Bank Aktif

Keenam, memiliki rekening bank aktif.

7. Masih Ada Dana Rp352 Miliar yang Belum Dicairkan

Target penyaluran BLT gaji tahun 2020 sendiri sebanyak 12.403.896 orang dengan anggaran sebesar Rp29.769.350.400.000.

Namun, hingga 31 Desember 2020, anggaran itu baru terealisasi sebesar Rp29.416.358.400.000 atau 98,81%. Artinya, dana sisa yang dikembalikan ke kas negara sebesar Rp352.992.000.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini