Inspirasi Bisnis Jelang Ramadan, Jualan Es Cendol Dawet Praktis dan Laris Manis

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 04:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 455 2385954 inspirasi-bisnis-jelang-ramadan-jualan-es-cendol-dawet-praktis-dan-laris-manis-IlzSQNctEU.jpg Es Cendol Dawet (Foto: Makemytrip)

JAKARTA – Salah satu sajian khas takjil yang laris di bulan Ramadan adalah bisnis es cendol atau dawet. Minuman tradisional yang manis dan segar ini berbahan dasar tepung beras dengan kuah santan dan gula merah. Ada beberapa jenis dawet atau cendol, misalnya cendol bandung, dawet ponorogo, dan dawet banjar.

Sajian ini biasanya dijual dalam kemasan plastik atau mangkok di pasar, namun sekarang bisnis cendol atau dawet ini sudah ramai ditemukan di pinggir jalan sampai pusat perbelanjaan besar, semakin akrab di telinga masyarakat. Sajiannya pun semakin bervariasi, mulai dari varian bahan dasar tepungnya maupun isiannya seperti kacang merah dan buah nangka.

Baca juga: Sabun Mandi Berbahan Limbah Ini Cuan hingga Diekspor ke Eropa

Melihat peminat cendol atau dawet yang besar terutama di bulan Ramadan, sajian ini bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Tentu saja dibutuhkan inovasi dan keunikan dibanding cendol lainnya, yaitu bisa dengan cara dijual menggunakan kemasan cup sealer kekinian agar lebih praktis dan mudah dibawa ke mana saja.

Berikut analisis usaha bisnis cendol cup, dilansir dari buku 38 Inspirasi Usaha Makanan Minuman untuk Home Industry Modal di Bawah 5 Juta karya Yuyun A, Selasa (30/3/2021).

 Baca juga: 3 Alasan Berhenti Bekerja dan Banting Setir Buka Usaha

Modal peralatan

Counter atau gerobak = Rp2.000.000

Panci saji dawet x 2 = Rp 250.000

Mesin cup sealer = Rp 2.000.000

Perlengkapan lain (sendok pengaduk, dll) = Rp 175.000

Total = Rp 4.425.000

Biaya Produksi Selama Satu Bulan

Tepung beras (2,5 kg x Rp 12.000/kg x 26 hari) = Rp80.000

Tepung tapioka (0,25 kg x Rp 4.500/kg x 26 hari) = Rp29.250

Air matang (8L x Rp250/L x 26 hari) = Rp52.000

Garam halus (0,05 kg x Rp1.500/kg x 26 hari) = Rp1.950

Air kapur (0,01 L x Rp500/L x 26 hari) = Rp1.300

Santan (10 L x Rp8.000 x 26 hari) = Rp2.080.000

Gula merah (2,5 kg x Rp12.000 x 26 hari) = Rp30.000

Daun pandan (0,1 kg x Rp5.000/kg x 26 hari) = Rp13.000

Es batu (10 plastik x Rp250/plastik x 26 hari) = Rp65.000

Gelas cup, sedotan, plastik sealer (100 buah x Rp 1.125/buah x 26 hari) = Rp2.925.000

Biaya tenaga kerja (1 org x Rp30.000/hari x 26 hari) = Rp780.000

Biaya listrik (Rp2.000x 26 hari) = Rp52.000

Total biaya produksi per bulan = Rp6.110.000

Harga pokok (per cup) = Total biaya produksi sebulan : Jumlah produksi sebulan

= Rp6.110.000 : 2600

= Rp2.350

Harga jual = Harga pokok + (70% keuntungan x harga pokok)

= Rp2.350 + (70% x Rp2.350)

= Rp2.350 + Rp1.645

= Rp3.995 atau Rp4.000

Pendapatan kotor per bulan = Jumlah produksi per bulan x harga jual

= 2.600 cup x Rp4.000/cup

= Rp10.400.000

Keuntungan kotor per bulan = Total pendapatan kotor-Total biaya produksi

= Rp10.400.000-Rp6.110.000

= Rp4.290.000

Catatan: keuntungan kotor belum termasuk biaya penyusutan investasi alat transportasi dan distribusi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini