Klub Bola Kaesang Pangarep Mau IPO, BEI Girang

Selasa 30 Maret 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 278 2386464 klub-bola-kaesang-pangarep-mau-ipo-bei-girang-RpFvd8QDqi.jpg Rencana IPO Persis Solo. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Persis Solo Saestu (PSS) dikabarkan akan menyusul kesuksesan klub sepak bola Bali United yang sudah go public.

Merespons kabar tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik dan siap mendukung aksi korporasi melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO.

”Informasi tentang rencana IPO dari Persis Solo merupakan kabar yang menggembirakan dan tentunya kami menyambut baik atas rencana tersebut,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga: Usai IPO, Saham SNLK Kena Auto Reject Atas

Disampaikannya, pihak BEI dengan senang hati akan memberikan dukungan melalui diskusi dan sharing informasi mengenai IPO dan menjadi perusahaan tercatat di BEI. BEI sendiri mencatat, hingga 26 Maret 2021, terdapat 24 pipeline saham dan belum terdapat klub bola di dalamnya.

”Kami berharap Persis Solo dan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia dapat segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, sehingga memberikan kesempatan para supporter klub tersebut untuk ikut memiliki sahamnya," ujar Nyoman.

Baca Juga: IPO, Saham SNLK Naik 34%

Selain itu, seiring dengan kondisi pemulihan perekonomian dan pasar modal yang semakin kondusif tahun ini serta adanya kemungkinan akan dimulainya kembali kompetisi liga sepak bola di Indonesia, maka rencana klub-klub sepak bola tersebut untuk menjadi perusahaan tercatat di BEI akan segera dapat terealisasi.

Menurut Nyoman, sebagai perusahaan tercatat, manfaat yang didapatkan perusahaan tidak hanya terbatas pada pendanaan segar saat IPO, klub sepak bola yang sudah tercatat dapat menerbitkan sahamnya kembali kepada publik melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, sehingga dengan melalui pasar modal klub sepak bola dapat memperoleh pendanaan yang berkelanjutan.

"Jika memiliki porsi kepemilikan publik lebih dari 40%, klub bola akan mendapat insentif penurunan tarif pajak PPh Badan sebesar 3%. Ketika perusahaan menjadi public listed company, exposure atas klub sepak bola tersebut tentu akan meningkat karena semakin banyak yang mengekspos seperti analis, media, investor dan pihak-pihak lain. Hal ini menjadi sarana promosi dan meningkatkan mitra strategis atau sponsorship bagi klub," kata Nyoman.

Selain itu, klub sepak bola juga dapat memperoleh manfaat lain diantaranya meningkatkan profitabilitas atau efisiensi, dan juga memperkuat tata kelola perusahaan. Selain itu, pendukung juga dapat turut memiliki klub sepak bola favorit mereka, sehingga keterikatan antara para pendukung dan klub sepak bola dapat meningkat.

Asal tahu saja, pasca manajemen Persis Solo resmi berganti kepemilikan kepada tiga nama, masing-masing Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho sebagai pemilik saham Persis Solo beberapa aksi korporasi telah disiapkan dan termasuk rencana menjadi perusahaan tercatat. Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang memiliki 40% saham Persis, sementara Kevin 30%, dan Menteri BUMN Erick Thohir 20% dari total 90% saham PT PSS yang ditawarkan. Sementara sisa 10% masih untuk 26 klub internal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini