Jokowi Tak Ingin Seniman hingga Olahragawan Bertalenta Sengsara di Masa Tuanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 320 2386703 jokowi-tak-ingin-seniman-hingga-olahragawan-bertalenta-sengsara-di-masa-tuanya-CJf7TS54m8.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan untuk pembentukan manajemen talenta nasional. Pemerintah pun menyusun grand desain dari pembentukan manajemen talenta di mana mencakup tiga bidang yakni riset dan inovasi, seni dan budaya dan terakhir adalah olahraga.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan alasan pembentukan manajemen talenta nasional adalah untuk memastikan negara bisa hadir. Khususnya tiga bidang yang menjadi fokus pemerintah agar kehidupan di hari tua bisa terjamin.

Baca Juga: Manajemen Talenta Nasional, Presiden Jokowi Mencari Bakat

“Pertanyaannya adalah setelah itu bagaimana, yang penting adalah konsistensi kehadiran negara terhadap mereka,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual seusai Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (30/3/2021).

Menurut Suharso, dengan adanya manajemen talenta, maka tiga bidang tersebut bisa mensapatkan jaminan di hari tua. Sebab selama ini, banyak seniman maupun atlet olahraga yang justru nasibnya sengsara ketika sudah memasuki masa tua.

Hal ini sangat disayangkan, apalagi jika para atlet dan juga seniman ini sudah mempersembahkan prestasi dan karya yang membanggakan untuk negara. Sebagai salah satu contohnya adalah seorang atlet yang mempersembahkan banyak prestasi dan medali untuk negara namun masa tuanya menderita.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 16 Tutup 4 Jam Lagi, Segera Daftar Biar Dapat BLT Rp3,5 Juta

“Jadi mereka tentu ingin mendapatkan jaminan di hari tua, mereka mendapatkan penghargaan dari negara, jangan nasibnya seperti seorang seniman begitu sudah tidak lagi berkarya di hari tuanya hidupnya sengsara begitu juga seorang olahraga yang telah mempersembahkan kedikdayaan di masa-masa emasnya itu lalu di masa tuanya dia tidak bisa mempertahankan dirinya,” kata Suharso.

Hal ini juga dikhususkan untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Tak terkecuali juga WNI yang saat ini tinggal di kuar negeri.

“Jadi kita menghindari itu supaya tidak ada lagi perisitiwa-perisitiwa yang mengenaskan atas talenta-talenta Indonesia yang tersebar di seluruh dunia tidak hanya di negeri kita tercinta ini tapi juga di seluruh muka bumi ini,” kata Suharso.

Sementara itu, mengenai tahapannya, manajemen talenta nasional akan dilakukan mulai dari merekrut. Kemudian pemerintah akan mempertahankan dan mengembangkan bakat-bakatnya.

“Itu pentingnya manajemen talenta nasional yang tahapannya mulai dari merekrut kemudian bagiamana cara mempertahankan mereka, mengembangkan bakat-bakat mereka kemudian secara konsisten memberikan intervensi baik dalam bentuk misalnya pengembangan dirinya kemudian terhadap kehidupannya seperti apa dan tentu sampai dengan masa tuanya,” kata Suharso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini