OJK Sebut Industri Perbankan Mulai Bangkit

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2388125 ojk-sebut-industri-perbankan-mulai-bangkit-MFpTReMVgt.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto mengatakan bahwa kebangkitan industri perbankan dalam kondisi baik-baik saja. Tercatat Rasio non-performing loan (NPL) growth 3,21 dengan NPL 1,04%, yang menurutnya masih berada dalam taraf wajar.

Baca Juga: Menko Airlangga: Krisis Ekonomi Indonesia saat Ini Berbeda

"Nah ada dua bantalan (cushion)-nya ketika shock ekonomi terjadi, yang pertama adalah rasio permodalan yang mungkin sangat kuat di 24,61%. Lalu rasio likuiditas, masih jauh diatas thresholdnya, yakni 265%. Jauh diatas ketentuan saat ini di 100%, bahkan OJK sudah merelaksasi 85%," ungkap Anung dalam IDX Channel Webinar on TV bertajuk Kesiapan Industri Perbankan Menghadapi Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Kendati demikian, dia mengakui bahwa profitabilitas agak tertekan. Untuk net interest margin (NIM), meski masih relatif tinggi di 4,47, tapi ini sudah turun 75 basis poin dibandingkan posisi sebelum pandemi Covid-19. Namun, dia menegaskan bahwa kondisi keuangan ini tetap profit.

Baca Juga:  Vaksinasi Pelaku Perbankan dan Pasar Modal, Jokowi: Sangat Penting bagi Ekonomi Kita

"Namun perlu diingat, bank kita, industri kita, bukan permasalahan ya, masih punya tanggungan yang harus diselesaikan, yaitu restrukturisasi kredit yang hampir Rp1.000 triliun, sampai dengan bulan Maret itu. Istilahnya ya ini penyakit dalam lah, mudah-mudahan bisa diselesaikan," ujar Anung.

Dia juga mencatat bahwa loan at risk berada di posisi 24,19%. Ini fakta yang harus diakui bahwa meski nampak baik-baik saja di permukaan, hal ini harus segera diselesaikan oleh bank-bank.

"Kami meminta bank-bank untuk perlahan memupuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), agar ketika nanti POJK restrukturisasi kredit berakhir, tidak menjadi bom waktu ketika POJK itu selesai di 31 Maret 2022," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini