Erick Thohir: Semua yang Pinjam ke BTN Harus Pakai Kompor Listrik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 470 2387623 erick-thohir-semua-yang-pinjam-ke-btn-harus-pakai-kompor-listrik-b3Gpd34Aet.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menetapkan keputusan terbaru perihal pengajuan perumahan dalam program 1 juta rumah. Dalam keputusannya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui PT BTN (Persero) Tbk diwajibkan menggunakan kompor listrik.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, kebijakan tersebut untuk menekan impor Liquified Petroleum Gas (LPG) dan mengakselerasi kemandirian energi nasional. Karena itu, keputusan terbaru itu akan diberlakukan semua pihak

"Semua yang pinjam uang ke BTN, ya harus pakai kompor listrik juga termasuk swasta," ujar Erick dalam Webinar, dikutip Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Klaim Kompor Listrik Lebih Hemat, Begini Hitung-hitungannya

Dalam sinergi tersebut, terdapat dua poin yang menjadi landasan utama. Pertama, mendorong penggunaan kompor induksi pada proyek unit perumahan dan apartemen yang sedang atau akan dibangun. Kedua, menciptakan kemudahan kepada mitra kerja yang menerapkan program konversi kompor LPG ke kompor induksi.

Untuk konversi kompor LPG ke kompor induksi, Kementerian BUMN melalui PT PLN (Persero) akan menggalakan gerakan penggunaan 1 juta kompor induksi. Langkah itu akan disosialisasikan kepada masyarakat. Melalui gerakan penggunaan kompor induksi ini diharapkan penggunaan energi bersih dan energi dalam negeri bisa lebih masif, dan secara langsung mendorong kemandirian dan ketahanan energi.

Baca Juga: Milenial Usia 25-36 Dominasi Pengajuan Kredit KPR daripada Belanja Konsumtif

"Dengan integrasi data tersebut, pemerintah melalui Kementerian PUPR dapat memantau keterhunian rumah bersubsidi melalui data pengguna listrik. Dengan demikian, diharapkan alokasi subsidi melalui KPR bersubsidi dapat lebih termonitor dan tepat sasaran," kata dia.

Penggunaan kompor berbasis listrik di masyarakat diyakini lebih menguntungkan dibandingkan penggunaan kompor berbahan Liquified Petroleum Gas. Erick menyebut, dengan menggunakan kompor listrik, maka masyarakat bisa menekan pengeluaran di kisaran 20 persen per bulannya.

"Kenapa kita bicara mengenai kompor listrik ini kementerian dan tentu PLN meng-challenge benar nggak kalau diganti kompor listrik masyarakat juga menghemat. Kalau diganti kompor listrik nambah, ya pasti tidak mau. Karena itu kita hitung rata-rata per bulannya karena itu keluar Rp147.000 dengan listrik Rp118.000," kata dia.

Pada skala makro, penggunaan 15 juta kompor listrik akan mengakselerasi pengurangan impor LPG di dalam negeri. Saat ini pemerintah tengah berupaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional dengan mengurangi impor dan meningkatkan kapasitas pasokan energi di dalam negeri.

Karena itu, intensitas masyarakat menggunakan kompor listrik menjadi bagian dari partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah di sektor energi tersebut.

"Setelah kemarin kita lakukan kembali, kita memberanikan diri, bagaimana kompor listrik ini sama juga dengan di ketahanan energi. Kalau 15 juta kompor listrik terpakai, ini penghematan yang luar biasa dan dalam menekan impor LPG," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini