Menteri Basuki Curhat Rumahnya Mau Digusur

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 470 2387770 menteri-basuki-curhat-rumahnya-mau-digusur-rRHCF3aopg.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membeberkan rumah pribadinya yang akan digusur. Meski begitu, dia tak menjelaskan akar persoalan penggusuran tersebut.

Saat ini, dia memilih membangun rumah baru. Rencananya rumah yang didirikan menggunakan kompor induksi atau berbasis listrik. Langkah itu sekaligus dukungan nya terhadap program ketahanan dan kemandirian energi nasional pemerintah.

Baca Juga: Prospek Bisnis Properti Tahun Ini, Cuan atau Bocuan?

"Ini akan meningkatkan ketahanan energi kita. Saya kebetulan sedang bikin rumah karena rumah saya mau digusur, jadi mungkin ini jadi ide juga untuk bisa memakai kompor induksi," ujar Basuki, Kamis (1/4/2021).

Dia menilai, sinergisitas pemerintah dan masyarakat untuk mendorong penggunaan kompor induksi maka, ketahanan energi yang dicita-citakan Indonesia akan terwujud.

Di sisi lain, pembangunan 1 juta rumah dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjadi program andalan Kementerian PUPR pun akan menggunakan integrasi data dengan PT PLN (Persero). Data ini akan berfungsi mengontrol berapa jumlah hunian rumah dengam penggunaan listrik, khususnya kompor induksi.

Baca Juga: DP 0% hingga Bebas PPN Jadi Angin Segar Pulihkan Industri Properti

"Nah ini (data) saya kira juga menjadi integrasi yang sangat baik. Inovasi yang mempertemukan kebutuhan hunian dan pasoka rumah ini, tentunya akan mendukung kerja sama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dengan PLN tadi," tutur dia.

Kementerian PUPR mencatat, hingga 2021 pembangunan 1 juta rumah dalam skema FLPP telah mencapai 1,1 juta unit. Program ini akan diteruskan sepanjang 2021.

Basuki menyebut, anggaran FLPP tahun ini mencapai Rp16,2 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi daripada anggaran tahun sebelumnya yakni Rp9,11 triliun.

"Kami di Kementerian PUPR, khususnya untuk pembangunan perumahan melalui skema FLPP dengan program 1 juta rumah sampai 2021 sudah terbangun 1,1 juta unit. Kemudian pada 2021 ini FLPP dialokasikan anggarannya jauh lebih besar dari tahun sebelumnya, sebesar kurang lebih Rp16,2 triliun dari tadinya hanya Rp9,011 triliun," ujar Basuki.

Program 1 juta rumah sendiri akan diserap oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) dengan persentase sebesar 90 persen. Saat ini, manajemen sudah menyerap sekitar 21.000 unit rumah dengan nilai sebesar Rp2,5 triliun. Secara agregat, total unit yang harus diserap sebanyak 157.500 rumah.

"Yang sudah terserap, sekitar Rp2,5 triliun sebanyak 21.000 unit rumah dengan target 157.500 unit rumah, itu belum termasuk rusun-rusun yang kita bangun melalui APBN," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini