7 Fakta 22 Perusahaan Antre IPO di BEI, BUMN dan Unicorn Tak Masuk Daftar

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 03 April 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 278 2388366 7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar-qk46xn3vew.jpeg Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 30 Maret 2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di Bursa Efek Indonesia dan masih terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Terkait hal tersebut, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga: IPO, Imago Mulia Persada Bidik Rp30 Miliar

1. Belum ada BUMN dan Unicorn yang akan IPO

Dari 22 perusahaan yang masuk pipeline tersebut, I Gede Nyoman mengatakan belum ada perusahaan BUMN maupun Unicorn yang berencana melakukan IPO.

"Dapat kami sampaikan dari 22 perusahaan dalam pipeline tersebut belum ada yang perusahaan BUMN maupun Unicorn," ujarnya, Kamis (1/4/2021).

2. Perusahaan terbanyak datang dari sektor consumer cyclicals

Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahan. Kemudian, terdapat sektor basic materials, technology dan properties & real estate terdiri atas tiga perusahaan.

Kemudian, sektor industrials, energy dan consumer non cyclicals terdapat dua perusahaan dan sektor infrastructures satu perusahaan.

Baca Juga: Klub Bola Kaesang Pangarep Mau IPO, BEI Girang

3. Daftar pipeline pencatatan saham berdasarkan ukuran skala aset

Berdasarkan ukuran skala aset sebagaimana diatur di POJK 53 tahun 2019, maka pipeline pencatatan saham dapat dikategorikan sebagai berikut:

7 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar)

10 Perusahaan set skala menengah (aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar)

5 Perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).

4, Jumlah Pipeline dan IPO fundrised meningkat dari tahun lalu

Nyoman menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah total IPO fundraised, meningkat 11%, yaitu dari Rp2,7 triliun menjadi Rp3 triliun. Dari sisi jumlah pipeline pun meningkat sebesar 120 persen dibanding pada periode yang sama pada tahun lalu.

5. BEI Optimis Prospek IPO tahun 2021

Peningkatan tersebut memperlihatkan adanya kepercayaan pengusaha akan pemulihan perekonomian Indonesia.

"Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekonomian dan juga terhadap Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021," ucap Nyoman.

Dengan melihat kondisi di atas, setelah kuartal I-2021 ini pihaknya optimis terkait dengan prospek IPO tahun 2021. Hal ini tentunya didukung oleh kebijakan Pemerintah terkait dengan penanganan Pandemi saat ini dan kebijakan dari regulator pasar modal yang tentunya akan membuat kondisi pasar modal Indonesia kondusif.

6. BEI gunakan strategi ini untuk manfaatkan potensi IPO Unicorn

BEI saat ini tengah melakukan kajian terkait regulasi yang mengatur Special Purpose Acquisition Company (SPAC) di Indonesia. SPAC merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan potensi initial public offering (IPO) atau penawaran perdana Unicorn.

SPAC adalah sebuah perusahaan yang didirikan secara khusus untuk menggalang dana melalui IPO dengan tujuan melakukan merger, akuisisi, atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan.

7. Kadin: IPO Unicorn atau Decacorn merupakan peristiwa penting bagi perekonomian negara

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong perusahaan-perusahaan teknologi rintisan (tech startup) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana/Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal Indonesia.

Melalui IPO, diharapkan perusahaan teknologi rintisan bisa tumbuh dan memperkokoh posisi Indonesia sebagai hub ekonomi digital di Asia Tenggara, bahkan bersaing di kancah internasional. Melihat pengalaman di negara lain, IPO dari sebuah Unicorn atau Decacorn merupakan peristiwa penting bagi pasar modal dan perekonomian negara.

"Memang ada beberapa peraturan pasar modal yang menjadi perhatian kami untuk pengembangan perusahaan rintisan ini, antara lain mengenai pengaturan kelas saham ganda, pemegang saham pengendali, penambahan modal tanpa HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu), hingga pencatatan saham ganda di dua Bursa Efek (dual listing) dan E-Bookbuilding (Penawaran Awal secara Elektronik)” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, Sabtu (27/3/2021).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini