7 Fakta 22 Perusahaan Antre IPO di BEI, BUMN dan Unicorn Tak Masuk Daftar

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 03 April 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 278 2388366 7-fakta-22-perusahaan-antre-ipo-di-bei-bumn-dan-unicorn-tak-masuk-daftar-qk46xn3vew.jpeg Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)

4, Jumlah Pipeline dan IPO fundrised meningkat dari tahun lalu

Nyoman menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah total IPO fundraised, meningkat 11%, yaitu dari Rp2,7 triliun menjadi Rp3 triliun. Dari sisi jumlah pipeline pun meningkat sebesar 120 persen dibanding pada periode yang sama pada tahun lalu.

5. BEI Optimis Prospek IPO tahun 2021

Peningkatan tersebut memperlihatkan adanya kepercayaan pengusaha akan pemulihan perekonomian Indonesia.

"Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekonomian dan juga terhadap Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021," ucap Nyoman.

Dengan melihat kondisi di atas, setelah kuartal I-2021 ini pihaknya optimis terkait dengan prospek IPO tahun 2021. Hal ini tentunya didukung oleh kebijakan Pemerintah terkait dengan penanganan Pandemi saat ini dan kebijakan dari regulator pasar modal yang tentunya akan membuat kondisi pasar modal Indonesia kondusif.

6. BEI gunakan strategi ini untuk manfaatkan potensi IPO Unicorn

BEI saat ini tengah melakukan kajian terkait regulasi yang mengatur Special Purpose Acquisition Company (SPAC) di Indonesia. SPAC merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan potensi initial public offering (IPO) atau penawaran perdana Unicorn.

SPAC adalah sebuah perusahaan yang didirikan secara khusus untuk menggalang dana melalui IPO dengan tujuan melakukan merger, akuisisi, atau pembelian saham perusahaan terhadap satu atau lebih perusahaan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini