Kompor Listrik Hemat Kantong dan Subsidi LPG, Tagihan Listrik Tak Membengkak?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 02 April 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 320 2388315 kompor-listrik-hemat-kantong-dan-subsidi-lpg-tagihan-listrik-tak-membengkak-gSrK1XODJk.jpg Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PLN (Persero) menekan impor LPG dengan penggunaan kompor listrik. Upaya pengguna kompor induksi sendiri dinilai tak hanya memberi keuntungan bagi masyarakat dan menekan angka impor LPG dalam negeri.

Namun juga mampu mendorong kinerja keuangan PLN. Meski begitu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi enggan menjelaskan keuntungan yang nantinya diperoleh PLN.

"Yang penting dengan penggunaan kompor induksi bisa mengurangi impor LPG," ujar Agung saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (2/3/2021).

Baca Juga: RI Habiskan Rp60 Triliun demi Impor Gas 

PLN juga tengah menggodok program lainnya untuk mengakselerasi 1 juta pengguna kompor induksi. Targetnya sepanjang 2021 angka tersebut bisa direalisasikan.

"PLN melalui program-program yang diluncurkan menargetkan 1 juta pengguna kompor induksi dapat tercapai pada tahun 2021 ini. Selain Rumah Tangga, PLN juga menyiapkan kebijakan - kebijakan untuk segmen pelanggan bisnis dan Industri utamanya pemakaian kompor induksi pada UMKM atau IKM,"

Baca Juga: Erick Thohir Klaim Kompor Listrik Lebih Hemat, Begini Hitung-hitungannya 

Saat ini, kebijakan PLN terkait penggunaan kompor listrik dihadirkan dalam bentuk produk layanan Super Electrilife yang di-launching atau diresmikan pada 12 Maret 2021 lalu. Di mana, harga spesial yang ditetapkan manajemen sebesar Rp202.100 untuk biaya penyambungan tambah daya pelanggan 1 phasa sampai dengan daya 11.000 VA bagi pelanggan yang membeli kompor induksi atau barang elektronik lainnya.

Sebelumnya, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional untuk mewujudkan energi bersih melalui gerakan penggunaan kompor induksi atau listrik. Tujuan dari nota kesepahaman adalah meningkatkan penggunaan kompor induksi di sektor rumah tangga untuk mengurangi impor LPG.

Adapun kerja sama sejumlah perseroan pelat merah tersebut diantaranya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan Perum Perumnas. Dan satu BUMN sektor perbankan, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Penandatanganan MoU dilaksanakan Rabu (31/3/2021) dan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Dalam kesempatan itu, Erick menyebut, sinergi BUMN itu sebagai langkah konkrit pemerintah untuk mendorong peningkatan ketahanan energi nasional. Salah satu skemanya adalah dengan memastikan penyerapan energi dalam negeri melalui penggunaan kompor induksi.

Erick Thohir menyebut, dengan menggunakan kompor listrik, maka masyarakat bisa menekan pengeluaran di kisaran 20% per bulannya.

"Kenapa kita bicara mengenai kompor listrik ini kementerian dan tentu PLN menchallenge benar enggak kalau diganti kompor listrik masyarakat juga menghemat. Kalau diganti kompor listrik nambah, ya pasti tidak mau. Karena itu kita hitung rata-rata per bulannya karena itu keluar Rp147.000 dengan listrik Rp118.000," ujar Erick dalam Webinar, Rabu (31/3/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini