Cara-Cara Investasi yang Bijak agar Tak 'Buntung'

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Jum'at 02 April 2021 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 622 2388428 cara-cara-investasi-yang-bijak-agar-tak-buntung-KUGZcgy6Pf.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA Investasi adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan dan menabung untuk tujuan keuangan di masa depan. Karena tujuan dan preferensi setiap orang berbeda, investasi kemungkinan besar akan berbeda untuk setiap individu.

Akan tetapi, membuat strategi investasi biasanya bergantung pada prinsip dasar yang sama dan membutuhkan kebiasaan keuangan yang baik. Berikut ulasan bagaimana cara berinvestasi serta menabung dengan bijak, dilansir dari The Balance, Jumat (2/4/2021).

Tetapkan tujuan berinvestasi

Langkah pertama terpenting dari setiap rencana investasi adalah penetapan tujuan. Banyak orang mulai berinvestasi sebagai cara menabung untuk masa pensiun. Tetapi investasi juga bisa untuk menabung untuk tujuan besar lainnya seperti pendidikan anak, dana darurat, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Tips Dasar Mengelola Keuangan yang Harus Diketahui Semua Orang

Lebih baik mana, investasi sendiri vs konsultan keuangan?

Banyak orang memilih untuk menyewa konsultan keuangan untuk membantu mengelola portofolio investasi mereka. Konsultan ini mengenakan biaya atau komisi atas produk yang mereka rekomendasikan. Untuk rute yang lebih ramah anggaran, orang dapat mengelola investasinya sendiri, memilih sendiri di mana akan investasi uang.

Namun ada juga opsi ketiga, yaitu Robo-advisor, atau program konsultasi investasi digital otomatis, adalah layanan keuangan yang memilih investasi secara otomatis berdasarkan jawaban atas pertanyaan tentang tujuan investasi, toleransi risiko, jangka waktu, dan banyak lagi. Penasihat Robo umumnya mengenakan biaya yang lebih rendah daripada konsultan keuangan.

Baca Juga: 5 Cara Ajarkan Keuangan sejak Dini ke Anak

Jenis-jenis investasi

- Saham

Saham adalah bagian dari kepemilikan (ekuitas) di perusahaan yang diperdagangkan secara publik. Perusahaan menjual saham sebagai cara untuk meningkatkan modal untuk biaya operasional dan modal.

Mereka yang membeli saham di perusahaan dapat menghasilkan uang dengan dua cara utama: Dividen (keuntungan dari perusahaan kepada pemegang saham secara berkala) dan apresiasi modal (ketika nilai saham tumbuh dari waktu ke waktu, orang dapat menjualnya lebih dari yang harga beli).

- Obligasi

Obligasi adalah jenis jaminan utang yang memungkinkan perusahaan dan pemerintah meminjam uang dari investor dengan menjual obligasi kepada mereka. Obligasi biasanya memiliki tingkat bunga yang telah ditentukan. Saat obligasi mencapai jatuh tempo, penerbit membayar kembali jumlah pokok obligasi kepada pemegang obligasi.

- Dana/funds

Beberapa dari investasi paling populer di pasar sebenarnya adalah dana, yang merupakan kombinasi dari banyak saham atau obligasi (atau keduanya). Berikut adalah beberapa contoh dana: dana indeks, reksadana, dan ETF (exchange-traded funds).

 Kelola tingkat risiko

Kapan pun seseorang berinvestasi, dia akan mengambil risiko pada tingkat tertentu. Saat mulai berinvestasi, penting untuk memahami risiko yang ditimbulkan oleh setiap aset dan bagaimana menyiapkan portofolio dengan cara yang mengurangi eksposur risiko.

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memilih alokasi aset adalah toleransi risiko, atau tingkat kenyamanan dan kemauan untuk kehilangan uang dengan imbalan hadiah yang lebih besar. Langkah yang bisa membantu mengurangi risiko dalam portofolio investasi:

- Diversifikasi

Diversifikasi adalah ketika investor menyebarkan uang ke berbagai investasi. Semakin beragam portofolio, semakin kecil dampak kinerja dari satu investasi secara keseluruhan.

- Tetap punya cadangan uang tunai

Apa pun strategi investasi, para ahli umumnya merekomendasikan untuk menyimpan setidaknya sebagian dari uang dalam bentuk tunai atau kas. Uang tunai tidak rentan terhadap penurunan di pasar. Dan jika orang menabung untuk tujuan jangka pendek, dia tidak perlu khawatir kehilangan uang sebelum dia membutuhkannya.

Uang tunai bukan sepenuhnya tanpa risiko. Saat menyimpan uang tunai, uang tidak tumbuh karena suku bunga rendah secara historis.

Minimalkan pajak dan biaya/pengeluaran

Biaya investasi pertama yang harus diperhatikan adalah pajak. Pajak tidak dapat dihindari dan bisa dibilang memiliki tujuan, tetapi itu tidak berarti orang harus membayar lebih dari yang seharusnya. Salah satu cara terbaik untuk menghemat uang untuk pajak adalah dengan berinvestasi di akun yang diuntungkan pajak.

Jenis pengeluaran lain yang harus diperhatikan adalah biaya yang dibayarkan untuk investasi. Biaya umum termasuk yang dibayarkan kepada konsultan keuangan dan rasio pengeluaran pada investasi individu.

Terus pantau perkembangan investasi

Penting untuk meninjau investasi secara teratur untuk memeriksa kinerjanya, menyesuaikan strategi untuk tujuan, dan menyeimbangkan kembali sesuai kebutuhan. Rebalancing adalah saat orang menyesuaikan investasinya untuk kembali ke alokasi aset yang diinginkan.

Penting untuk memeriksa investasi secara teratur. Pertimbangkan untuk menetapkan pengingat setiap enam hingga 12 bulan untuk meninjau investasi dan menyesuaikan portofolio sesuai kebutuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini