Mengais Cuan Bisnis Kue Kering Jelang Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 04 April 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 455 2389135 mengais-cuan-bisnis-kue-kering-jelang-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19-eXmBQ6NfGv.jpg Bisnis Kue Kering (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Para pedagang kue kering di kawasan Ciracas Jakarta Timur, kini masih harap-harap cemas atas nasib penjualannya jelang Ramadan tahun 2021. Hal itu mengingat akibat adanya pandemi Covid-19 sejak tahun lalu sejumlah banyak kue yang dijajakan tak laku dibeli oleh pembeli.

Namun, menatap Ramadan tahun ini para pedagang kian optimis akan adanya perubahan omset hingga keuntungan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, kini kawasan tersebut kembali ramai dikunjungi pembeli.

Hiruk pikuk geliat perekonomian pun memang nampak di sana. Mayoritas calon pembeli yang menggunakan motor dan mobil silih berganti mengunjungi toko kue di kawasan tersebut. Meski tak langsung membeli, mereka juga terkadang hanya mampir untuk sekadar menanyakan harga dan stok kue.

Baca Juga: 4 Kunci Sukses Bisnis Kue Kering bagi Pemula 

Jejeran kue kering di dalam toples dan kaleng pun sudah terpajang rapih di dalam Toko Kue milik Suci. Wanita yang mengaku sudah berdagang sejak 20 tahun silam itu menawarkan beragam aneka kue untuk dijual dalam satuan hingga grosiran.

Suci menilai pada tahun ini penjualan jelang Ramadan memang belum seramai seperti biasanya sebelum adanya pandemi Covid-19. Namun, setidaknya sudah mulai menunjukkan adanya perbaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Tahun ini sepertinya memang mulai ada tren positif. Setidaknya kini per harinya omzet saja sudah mencapai Rp2 juta-Rp3 juta," ujarnya kepada Okezone di lokasi, Minggu (4/4/2021).

 Kue Kering

Dia menceritakan sedikit pengalaman pahit yang dialaminya pada Ramadan tahun lalu. Di mana saat itu diperkirakan omzet dari penjualan kue kering dan kaleng merosot tajam hingga menyentuh angka 50%.

"Tahun lalu dari awal puasa hingga akhir Lebaran kondisi pembeli memang sepi banget. Kira-kira dahulu omzet toko menurun hingga 50%," kata dia.

Sementara itu, seorang pedagang kue lainnya, Irfan menyatakan bahwa tahun ini penjualannya sudah lebih membaik. Namun, keadaan itu masih belum normal seperti dua atau tiga tahun lalu.

"Kini sehari omzet Rp500.000 hingga Rp1 juta saja sudah bagus. Kalau dibandingkan dengan keadaan normal memang belum pulih sepenuhnya," kata dia.

Dia menjelaskan, biasanya pembeli mulai ramai berkunjung ke tokonya itu ketika Ramadan sudah berjalan dua minggu. Tapi, pada tahun lalu kondisinya sepi pembeli dari awal puasa hingga mendekati Lebaran.

"Biasanya dulu sebelum ada corona pembeli ramai ketika dua minggu jelang Lebaran. Tapi tahun lalu kondisinya amat berbeda dengan biasanya," kata dia.

Saat itu, melihat kondisi toko yang selalu sepi, dirinya memutuskan untuk menutup dagangannya sebelum Lebaran tiba. Hal itu karena melihat tren penjualan yang amat sepi dan banyak dagangan tidak laku seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Saya berharap tahun ini toko kembali ramai. Diharapkan perusahaan juga tak menunda pemberian THR ke karyawan, karena kalau itu terjadi pasti penjualan kue juga tak akan ramai di tahun ini," katanya.

 Kue Kering

Cerita senada diungkapkan oleh penjual kue bernama Tono. Dia menilai turunnya penjualan kue akibat banyak perusahaan yang memutuskan untuk menunda pemberian THR kepada para pegawainya.

"Dulu sebelum ada corona penjualan ramai itu jelang 2 minggu sebelum Lebaran. Saat-saat itu kan memang banyak pegawai yang sudah menerima THR," katanya.

Tono mengaku pada tahun lalu itu dirinya harus merugi karena banyak kue yang dijualnya tak laku dibeli para pembeli.

"Rugi lah tahun lalu, kira-kira sampai 50%. Soalnya kan kalau mau Lebaran itu suka menambah stok kue, tapi ternyata tahun lalu pembeli amat sepi, sehingga stok barang yang telah dibeli banyak yang basi," kata laki-laki yang sudah berjualan selama 10 tahun tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini