Keuangan Syariah Berjaya di Tengah Covid-19, Ini Buktinya

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 06 April 2021 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 320 2390175 keuangan-syariah-berjaya-di-tengah-covid-19-ini-buktinya-TRv5kAqb2M.jpg Syariah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian global dan domestik terkontraksi pada tahun 2020. Melemahnya aktivitas ekonomi membuat sektor riil terpukul, begitu pun sektor jasa keuangan turut mengalami penurunan.

Namun demikian, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Djustini Septiana mengungkapkan, di tengah kredit perbankan nasional yang terkontraksi sebesar -1,84% per Januari 2021, justru pembiayaan bank umum syariah masih tumbuh positif sebesar 8,19% year on year (yoy).

Baca Juga: Ekonomi dan Keuangan Syariah RI Berkembang Pesat, Wapres: Dunia Internasional Mengakui 

Dia menerangkan, secara umum aset lembaga keuangan syariah Indonesia hingga Januari 2021 tumbuh cukup tinggi. Diketahui, pertumbuhannya sebesar 24,54% yoy dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 22,79% yoy dan di 2019 sebesar 13,84% yoy.

“Dengan nominal mencapai Rp1.823,13 triliun atau USD129,45 miliar. Di mana 59% di antaranya merupakan aset pasar modal syariah, yaitu sejumlah Rp1.077,62 triliun. Secara umum, dapat digambarkan bahwa pada perbankan syariah asetnya sebesar 600,99 triliun,” terang Djustini dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021 Sesi III, Selasa (6/4/2021).

Lanjutnya, di tataran global, Indonesia telah mendapatkan apresiasi sebagai salah satu negara terbaik dalam pengelolaan ekonomi dan keuangan syariah.

Indonesia berada di peringkat kedua secara global sebagai The Most Developed Countries in Islamic Finance. Hal ini terutama didukung oleh tingginya research dan kelengkapan regulasi terkait industri keuangan syariah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini